Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Kripto Diramal Makin Cerah Usai ETF Ethereum Meluncur

Pasar kripto Indonesia diproyeksikan mendapatkan sentimen positif dari peluncuran Ethereum Exchange-Traded Fund (ETF).
Pasar kripto Indonesia diproyeksikan mendapatkan sentimen positif dari peluncuran Ethereum Exchange-Traded Fund (ETF). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Pasar kripto Indonesia diproyeksikan mendapatkan sentimen positif dari peluncuran Ethereum Exchange-Traded Fund (ETF). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar kripto Indonesia diproyeksikan mendapatkan sentimen positif dari peluncuran Ethereum Exchange-Traded Fund (ETF). Sebelumnya, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) resmi menyetujui ETF Ethereum untuk mulai diperdagangkan sejak Selasa (23/7/2024).

Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia Resna Raniadi mengatakan ETF Ethereum diharapkan akan memberikan dampak signifikan pada sektor cryptocurrency, memperluas aksesibilitas, dan meningkatkan likuiditas pasar.

Sebagai informasi, ETF Ethereum memungkinkan investor memiliki eksposur terhadap Ethereum tanpa harus langsung membeli atau mengelola aset kripto tersebut.

Menurutnya, ada beberapa dampak positif dari meluncurnya ETF Ethereum, di antaranya yakni meningkatnya aksesibilitas investor terhadap pasar kripto, serta meningkatkan kepercayaan investor.

"Selain itu, ETF akan meningkatkan volume perdagangan dan likuiditas di pasar Ethereum, yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas dan memberikan stabilitas harga pada aset tersebut," ujar Resna dalam keterangannya dikutip Jumat (26/7/2024).

Dia mengatakan peluncuran ETF Ethereum ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pasar dan menarik lebih banyak investor institusional.

"Dengan produk ETF yang teregulasi dengan baik, kepercayaan investor terhadap cryptocurrency akan semakin meningkat, mengurangi kekhawatiran terkait keamanan dan regulasi,” katanya.

Kendati demikian, dia juga mengimbau para investor untuk mendiversifikasi portofolio dan untuk selalu melakukan riset mendalam dan memahami risiko yang terkait dengan investasi di pasar kripto.

Mengacu data Coinmarketcap pada Jumat (26/7/2024) pukul 10.25 WIB, koin dengan kapitalisasi pasar terbesar ini, Bitcoin (BTC) berada pada level US$67.154 per koin atau menguat 4,79% dalam sepekan.

Aset lainnya yaitu Ethereum (ETH) yang berada pada level US$3.247 per koin. ETH naik 2,51% dalam 24 jam, namun tergerus 4,98% dalam perdagangan sepekan.

Adapun, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat nilai transaksi aset kripto pada periode Januari 2024 hingga Juni 2024 mencapai angka Rp301,75 triliun.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan nilai ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 354,17% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp66,44 triliun.

Sementara itu meski ada penyesuaian pada Mei lalu, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar hingga Juni 2024 mencapai 20,24 juta pelanggan, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 430.500 pelanggan per bulan sejak Februari 2021.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari dan tertarik terhadap potensi investasi aset kripto,” ujar Tirta dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (26/7).

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual kripto. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper