Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi & Target Saham Emiten EBT ARKO, BREN Cs Jelang Rilis Lapkeu

Rekomendasi & target saham emiten EBT ARKO, BREN, hingga PGEO jelang rilis laporan keuangan kuartal II/2024.
Teknisi melakukan pengecekan rutin pada proyek PLTS Terapung Cirata, Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (26/9/2023). - Bisnis/Rachman
Teknisi melakukan pengecekan rutin pada proyek PLTS Terapung Cirata, Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (26/9/2023). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Rapor saham emiten EBT dinilai masih belum mencerminkan kinerja fundamental saat ini meski memiliki prospek cerah dalam jangka panjang. Bagaimana rekomendasi dan target harga ARKO, BREN, PGEO?

Senior investment information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan kinerja saham emiten EBT berbanding terbalik dengan kinerja keuangannya. PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) misalnya, mengalami fase akumulasi di tengah penurunan kinerja keuangan kuartal I/2024.

“ARKO kinerja kurang bagus di kuartal I/2024 tapi posisi saham menunjukkan akumulasi,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/7/2024). 

Sebaliknya, lanjut dia, saham emiten Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan saham EBT BUMN PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) justru terdepresiasi saat kinerja kuartal I/2024 mengalami pertumbuhan. 

Investor menurutnya saat ini akan mencermati kinerja keuangan kuartal II/2024 yang akan dirilis dalam waktu dekat. Jika kinerja keuangan membaik maka akan tercermin dari harga saham.

Sebaliknya, pihaknya menilai investor akan wait and see jika kinerja justru mengalami penurunan. 

Secara fundamental, emiten-emiten EBT memiliki prospek jangka panjang seiring dengan komitmen dan regulasi dari pemerintah terkait dengan transisi energi yang sejalan dengan prospek EBT tanah air. 

“Prospek EBT itu long term bukan untuk tahun ini," jelasnya.

Nafan merekomendasikan accumulate saham ARKO dengan target harga di Rp1.060 per saham. Sementara saham BREN dan PGEO, Nafan menyematkan rating hold dengan target masing-masing di level Rp8.000 dan Rp1.380 per saham. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper