Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bocoran Direksi Indocement (INTP) soal Dividen, Lebih Tinggi atau Rendah?

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) memiliki dividend payout ratio atau rasio pembayaran dividen pada kisaran 100% selama periode 2018–2021.
Direksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menggelar paparan publik yang diselenggarakan di Wisma Indocement, Jakarta, Senin (25/3/2024)/Bisnis-Dionisio Damara
Direksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menggelar paparan publik yang diselenggarakan di Wisma Indocement, Jakarta, Senin (25/3/2024)/Bisnis-Dionisio Damara

Bisnis.com, JAKARTA — Manajemen emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) mengungkapkan bahwa rasio pembayaran dividen dari laba bersih 2023 akan lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. 

Secara historis, INTP memiliki dividend payout ratio atau rasio pembayaran dividen pada kisaran 100% selama periode 2018–2021. Namun, rasio tersebut mengalami penurunan pada 2022 menjadi 30% atau senilai Rp549 miliar. 

Direktur Keuangan INTP David Jonathan Clarke menuturkan bahwa rasio dividen untuk tahun buku 2023 juga diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Sebab, masih banyak hal yang ingin kami lakukan. Jadi kami perlu mengumpulkan uang tunai lagi dan ekspektasi untuk dividen tahun 2023 agak rendah,” ujar David dalam konferensi pers paparan publik yang digelar di Jakarta pada Senin (25/3/2024). 

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat rasio dividen 2023 lebih rendah. Pertama, INTP telah menggelontorkan dana Rp2,72 triliun untuk membeli kembali atau buyback saham pada 2023 dengan jumlah mencapai 6,8% dari total saham beredar. 

Faktor lainnya adalah akuisisi PT Semen Grobogan pada akhir 2023 yang mencapai Rp1,49 triliun. Secara terperinci, jumlah saham yang diakuisisi mencapai 344.860 atau 100% dari modal ditempatkan dan disetor dalam Semen Grobogan. 

Meski mengakui rasio dividen akan lebih kecil, David sejauh ini belum mengungkapkan detail rasio pembayaran dividen 2023 karena perseroan masih perlu menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

Berdasarkan laporan keuangan akhir 2023, INTP mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp17,94 triliun. Jika dibandingkan dengan 2022, jumlah itu tumbuh 9,93% year-on-year (YoY).

Pendapatan INTP disokong oleh penjualan semen kepada pihak ketiga yang berkontribusi sebesar Rp16,19 triliun, naik dibandingkan capaian 2022 yakni Rp14,73 triliun. Adapun penjualan beton siap pakai menyumbang Rp1,36 triliun.

Selaras dengan naiknya pendapatan, beban pokok pendapatan INTP ikut terkerek 8,21% YoY menjadi Rp12,1 triliun. Alhasil, perseroan membukukan perolehan laba kotor senilai Rp5,84 triliun atau tumbuh 13,68% secara tahunan. 

Setelah diakumulasikan dengan pendapatan dan beban lain, INTP meraih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,95 triliun alias tumbuh 5,85% YoY. Laba per saham juga naik dari Rp529,44 menjadi Rp568,41.

Sepanjang tahun lalu, INTP mencatatkan total aset sebesar Rp29,64 triliun atau meningkat sebesar 15,34% YoY. Adapun liabilitas melesat 41,39% YoY menjadi Rp8,68 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp20,96 triliun atau meningkat 7,17% secara tahunan.

Di sisi lain, arus kas setara kas pada akhir periode Desember 2023 tercatat sebesar Rp3,18 triliun atau terkoreksi 29,61% YoY dari posisi sebelumnya yakni Rp4,52 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper