Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Alat Berat UNTR Turun, Berdampak ke Kinerja Astra (ASII)?

Turunnya penjualan alat berat United Tractors (UNTR) berpotensi memengaruhi kinerja induk usaha, Astra International (ASII).
Alat berat dari UNTR beroperasi disaah satu tambang milik perusahaan./foto-UNTR
Alat berat dari UNTR beroperasi disaah satu tambang milik perusahaan./foto-UNTR

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten alat berat dan pertambangan Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengalami penurunan penjualan alat berat hingga akhir Februari 2024. Hal tersebut berpotensi akan memengaruhi kinerja induk usaha, PT Astra International Tbk. (ASII) secara konsolidasian, terutama pada kuartal I/2024.

Pasalnya, kinerja UNTR berkontribusi paling besar untuk kinerja ASII. Menilik laporan keuangan per 2023, misalnya, penjualan alat berat dan pertambangan menyumbang sebesar Rp128,58 triliun atau 40,61% dari total pendapatan ASII pada 2023 yang sebesar Rp316,56 triliun.

Head of Investor Relations ASII Tira Ardianti mengatakan, pihaknya belum dapat mengomentari soal potensi dampak penurunan penjualan alat berat UNTR terhadap kinerja ASII kuartal I/2024. Namun, dia membeberkan beberapa penyebab turunnya penjualan alat berat United Tractors.

“Saya belum bisa komentar soal kinerja kuartal I/2024. Nanti ditunggu saja, Maret 2024 tutup buku. Tapi kan dari UT sudah bilang memang bahwa alat berat kan memang proyeksinya akan turun 25%," ujar Tira di Jakarta, dikutip Senin (25/3/2024).

Sejak awal tahun hingga Februari 2024, UNTR menjual sebanyak 825 unit Komatsu. Penjualan ini turun 33,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1.232 unit. 

Penjualan alat berat ke sektor pertambangan mendominasi hingga akhir Februari 2024, yakni sebesar 68% dari total penjualan. Kemudian disusul penjualan ke sektor konstruksi 12%, sektor kehutanan sebesar 10%, dan sektor perkebunan 10% penjualan.

Adapun pada bulan Februari saja, UNTR mencatatkan 307 unit penjualan Komatsu, turun dari Januari 2024 sebesar 518 unit Komatsu.

Menurutnya, penyebab turunnya penjualan alat berat UNTR salah satunya disebabkan oleh harga batu bara yang sudah mengalami normalisasi, sehingga wajar jika permintaan alat berat menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, UNTR melalui Pamapersada Nusantara (PAMA) masih mencatatkan kenaikan produksi batu bara.

"Tapi kalau dari sisi kontraktor pertambangan dari Pama Persada, itu kan masih ada kenaikan produksi batu bara juga ya. Kemudian overburden-nya juga," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pamapersada Nusantara (PAMA) memproduksi 20,5 juta ton pada Januari-Februari 2024, lebih tinggi dari capaian pada periode yang sama 2023 sebanyak 17,2 juta ton. 

Pada Februari 2024, rata-rata stripping ratio sebesar 8,9 kali turun dari bulan sebelumnya 9 kali. Total produksi batu bara 10,6 juta ton pada Februari 2024, naik dari Januari sebesar 9,9 juta ton, dan volume OB juga naik menjadi 94,8 juta bcm dari 89 juta bcm pada Januari 2024. 

Lebih lanjut Tira mengatakan, penjualan emas UNTR juga diprediksi akan meningkat seiring dengan tambang emas perseroan yakni Sumbawa Jutaraya sudah mulai produksi.

"Jadi, volume penjualan emas kami diharapkan akan lebih tinggi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper