Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten BUAH Bidik Pendapatan Tembus Rp2 Triliun pada 2024

Emiten distributor buah PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH) menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada 2024.
Emiten distributor buah PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH) menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada 2024.
Emiten distributor buah PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH) menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada 2024.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distributor buah PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH) menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada 2024. Target ini meningkat 13,8% atau Rp200 miliar dibandingkan tahun lalu, yakni Rp1,8 triliun.

Direktur BUAH Vianita Januarini menuturkan bahwa untuk meraih target pendapatan 2024, perseroan akan memperkuat hubungan dengan para mitra supplier mancanegara, serta menambah variasi buah yang dapat dihadirkan bagi masyarakat.

Vianita menyampaikan kenaikan target pendapatan ini sejalan dengan kinerja perseroan yang sepanjang tahun 2023 mampu meraih target penjualan yang diharapkan yaitu Rp1,8 triliun.

Menurutnya, pencapaian tersebut didorong oleh kemampuan perseoran yang berhasil melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah baru, sekaligus mengimplementasikan strategi yang tepat dalam memahami kebutuhan pasar.

“Pencapaian ini juga menunjukan komitmen kami untuk memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan serta peran kami dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor buah-buahan segar,” ujar Vianita dalam keterangan resmi, Rabu (21/2/2024).

Seiring meningkatnya target pendapatan, BUAH telah menetapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp16 miliar untuk tahun 2024.

Belanja modal ini memiliki tiga tujuan utama, yakni pembukaan cold storage baru, penambahan armada berpendingin, serta melakukan modernisasi terhadap fasilitas kantor guna meningkatkan produktivitas dan meningkatkan efisiensi operasional perseroan.

Corporate Secretary BUAH Syanne mengatakan pembangunan cold storage sejalan dengan langkah perseroan yang berupaya menghadirkan produk buah-buahan segar.

 “Semakin tingginya permintaan pasar juga mendorong manajemen untuk terus menghadirkan cold storage ke daerah–daerah jangkauan baru,” pungkasnya.

Terkait penambahan armada berpendingin, Syanne menyatakan bahwa fasilitas tersebut akan memperkuat rantai distribusi BUAH dan meminimalisasi kerugian akibat rusaknya produk selama pengiriman yang membuat operasional perseroan semakin efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper