Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ORI025 Terjual Rp3,5 Triliun Sepekan, Kuota Rp25 Triliun

ORI025 telah terjual sekitar Rp3,56 triliun per Minggu, (4/2/2024) atau periode sepekan masa penawaran dengan total kuota awal sebesar Rp25 triliun
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 telah terjual sekitar Rp3,56 triliun per Minggu, (4/2/2024) atau periode sepekan masa penawaran dengan total kuota awal sebesar Rp25 triliun.

Adapun, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menawarkan ORI025 mulai 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024. ORI025 meluncur dalam dua seri, yaitu 0RI025-T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI025-T6 dengan tenor 6 tahun.

Mengacu data salah satu mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) per Minggu, (4/2/2024) pukul 09.40 WIB, secara rinci, ORI025-T3 telah terjual sekitar Rp2,72 triliun atau 18,19% dari kuota awal Rp15 triliun. Alhasil, kuota pembelian ORI025-T3 tersisa Rp12,27 triliun.

Selanjutnya, ORI025-T6 telah terjual sekitar Rp834 miliar atau 8,34% dari kuota awal Rp10 triliun. Artinya, kuota pembelian ORI025-T6 tersisa Rp9,16 triliun.

Sebagai informasi, ORI025-T3 tenor 3 tahun ditawarkan dengan kupon 6,25% per tahun, dan jatuh tempo pada 15 Februari 2027. 

Sementara itu, ORI025-T6 tenor 6 tahun ditawarkan dengan kupon 6,40%, dan jatuh tempo pada 15 Februari 2030. Keduanya merupakan jenis kupon tetap atau fixed rate.  

Adapun, minimal pemesanan kedua seri tersebut sebesar Rp1 juta, berlaku kelipatan. Maksimal pemesanan ORI025-T3 sebesar Rp5 miliar, sedangkan untuk ORI025-T6 maksimal pemesanannya Rp10 miliar.

DJPPR Kemenkeu dalam laman resminya mengatakan, keuntungan berinvestasi ORI025 yaitu memiliki kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo, serta dijamin oleh Undang-Undang.

Selain itu, kupon ORI025 ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN, dan akan dibayarkan setiap bulan.

Bagi investor yang ingin membeli ORI025, sejauh ini terdapat 27 mitra distribusi (midis), di antaranya Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank DBS Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas, hingga Bibit. 

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan penjualan ORI025 diprediksi tembus hingga Rp23 triliun. Pasalnya, kupon ORI025 lebih tinggi dibandingkan Obligasi Negara Ritel seri-seri sebelumnya. 

"Kami perkirakan penjualan ORI mampu meningkat hingga mencapai Rp20 triliun-Rp23 triliun untuk tenor 3 tahun dan Rp9 triliun-Rp12 triliun untuk tenor 6 tahun. Seri [kupon] penjualan ini lebih tinggi, bahkan dibandingkan dengan seri ORI024 dan ORI023," ujar Josua.

Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan bunga ORI025 diperkirakan menjadi salah satu daya tarik penerbitan ORI kali ini, terutama mengingat adanya potensi upside dari pergerakan obligasi di paruh kedua 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper