Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jhonlin Agro (JARR) Raih Kontrak Rp1,65 Triliun dari Pertamina Patra Niaga

Emiten sawit milik crazy rich asal Kalimantan milik Haji Isam, PT Johnlin Agro Raya Tbk. (JARR) meraih kontrak Rp1,65 triliun dari Grup Pertamina.
Seremoni pencatatan saham perdana PT Jhonlin Agro Raya Tbk dengan kode saham JARR sebagai Perusahaan Tercatat ke-33 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022, Kamis (4/8/2022)/Dok.BEI
Seremoni pencatatan saham perdana PT Jhonlin Agro Raya Tbk dengan kode saham JARR sebagai Perusahaan Tercatat ke-33 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022, Kamis (4/8/2022)/Dok.BEI

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sawit milik crazy rich asal Kalimantan milik Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) meraih kontrak Rp1,65 triliun dari PT Pertamina Patra Niaga.

Direktur Keuangan JARR Temmy Iskandar mengatakan nilai tersebut berasal dari kontrak pengadaan biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME). Penandatangan kontrak antara perseroan dan Pertamina Patra Niaga terjadi pada 11 Januari 2024.

“Perjanjuan tersebut dalam rangka pengadaan biodiesel/FAME periode Januari-Desember 2024. Estimasi nilai kontrak tersebut adalah Rp1.652.793.321.027 [Rp1,65 triliun,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (15/1/2024).

Temmy menyatakan bahwa nilai tersebut belum termasuk dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Selain itu, dia menyebutkan tidak ada hubunga afilias antara Johnlin Agro Raya dengan Pertamina Patra Niaga.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Haji Isam resmi menggabungkan dua anak usahanya yakni Jhonlin Agro Raya dengan PT Jhonlin Agro Lestari (Jal). Merger ini diyakini akan mendorong integrasi dan optimalisasi dari sisi rantai pasok.

Dari sisi JARR, penggabungan usaha dapat mengintegrasikan logistik, jaringan distribusi, dan kemampuan produksi, serta menyederhanakan proses, mengurangi biaya transportasi, dan mencapai efisiensi rantai pasok yang lebih baik.

Adapun, dari kaca mata JAL, penggabungan usaha tersebut mampu memberikan nilai tambah atas Tandan Buah Segar (TBS), serta meningkatkan pengelolaan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang akhirnya diproses menjadi biodiesel.

JARR saat ini memiliki total izin Hak Guna Usaha (HGU) seluas 17.020,26 Ha, serta memiliki satu unit pabrik biodiesel dan pabrik minyak goreng yang telah beroperasi sejak 2023. Sementara itu, total luas lahan HGU JAL saat ini seluas 10.916,46 Ha.

Selain itu, JARR berencana mengalihkan pembelian minyak kelapa sawit setelah rampungnya pabrik kelapa sawit (PKS) JARR. Oleh karena itu, JARR membutuhkan kepastian TBS agar pabrik dapat segera beroperasi setelah pembangunan selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper