Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Prajogo Pangestu Kehabisan Bensin, Tak Lagi Menopang IHSG 2024

Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu diprediksi tidak lagi menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2024.
prajogo pangestu/baritopacific
prajogo pangestu/baritopacific

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu diprediksi tidak lagi menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2024, sebagaimana yang terjadi pada 2023 lalu.

Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan nantinya saham-saham berbasis fundamental akan lebih menyetir IHSG pada tahun ini, dibandinglan dengan saham-saham berbasis sentimen. Hal itu juga seiring dengan perusahaan yang antre di pipeline IPO belum terlalu banyak dibanding tahun lalu.

Seperti diketahui, sejumlah saham milik Prajogo Pangestu mengalami lonjakan signifikan. Misalnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) telah melesat 765,38% dari harga IPO Rp780 pada 9 Oktober 2023 ke level Rp6.750 per Senin, (8/1/2024). 

Namun, harga saham BREN terus mengalami penurunan sejak awal 2024 dan bergerak di zona merah selama sepekan. Alhasil, saham BREN terkoreksi 11,18% sejak awal tahun ini, dan menduduki posisi top laggard karena membebani IHSG 28,13 poin secara year-to-date (ytd). 

Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga telah melonjak 6.002,3% dari harga IPO Rp220 per saham pada 8 Maret 2023 ke level Rp13.425 per saham. Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan suspensi saham CUAN per 19 Desember 2023 untuk melindungi investor ritel.

"Saya rasa LQ45 akan lebih menyetir IHSG ya. Saham-saham yang likuiditasnya besar itu lebih akan mendorong indeks. Artinya untuk tahun ini pasar saham kita kan disetir lebih ke arah fundamental daripada sentimen," ujar Mikail saat ditemui di Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Menurutnya, performa LQ45 akan membaik, karena pada tahun 2023 performa LQ45 tidak terlalu signifikan di tengah kenaikan IHSG. Beberapa sektor saham yang dijagokan Sucor Sekuritas yakni perbankan, konsumer, properti dan otomotif. Sedangkan sektor komoditas diprediksi melemah seiring pelambatan ekonomi global.

"Perbankan tentu akan naik lebih tinggi karena EPS growth-nya akan cukup kuat dan loan growth akan lebih baik. Kalau tahun lalu perkiraan loan growth itu di akhir Desember sekitar 9%, loan growth perbankan tahun ini bisa sekitar 10-12%. Sehingga itu akan mendorong indeks," katanya.

Selanjutnya, saham-saham di sektor konsumer dan ritel juga berpotensi diuntungkan dari meningkatnya konsumsi masyarakat jelang Pemilu 2024. Selain itu, saham properti dan otomotif juga diprediksi meningkat seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga yang akan mendorong pertumbuhan kredit.

Untuk sentimen Pemilu, menurutnya pelaku pasar masih wait and see. Jika Pemilu berlangsung hingga dua putaran, dan hasilnya akan terlihat sekitar bulan Juni-Juli 2024, maka IHSG akan terdorong dan pertumbuhan ekonomi juga diprediksi akan meningkat.

"Karena biasanya partai politik akan mengeluarkan spending untuk kampanye, dan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi dari tahun lalu ya. Mungkin sekitar 5,2% di tengah perlambatan global," jelas Mikail.

Adapun, Sucor Sekuritas menargetkan IHSG bisa tembus di level 7.800-8.000 hingga akhir tahun 2024, seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Alhasil saham-saham Prajogo Pangestu diprediksi tidak lagi menopang IHSG pada 2024 melainkan saham-saham blue chip LQ45.

“Kemungkinan besar iya [saham Prajogo tidak menopang IHSG]. Jadi akan lebih didorong oleh sektor saham-saham LQ45 dibandingkan saham-saham yang berbasis sentimen ya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper