Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Analisa Teknikal untuk Saham GOTO yang Pekan Ini Ditutup Ngebut

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) laris manis diborong oleh investor senilai Rp7,1 triliun selama sepekan periode 4-8 Desember 2023.
Seorang pengemudi pengiriman Gojek mengambil pesanan PT Tokopedia di pusat pemenuhan di Jakarta, Indonesia, pada Senin, 12 Desember 2022. - Bloomberg/Dimas Ardian
Seorang pengemudi pengiriman Gojek mengambil pesanan PT Tokopedia di pusat pemenuhan di Jakarta, Indonesia, pada Senin, 12 Desember 2022. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) laris manis diborong oleh investor senilai Rp7,1 triliun selama sepekan periode 4-8 Desember 2023. Hal itu seiring dengan kabar merapatnya TikTok milik ByteDance Ltd untuk menjalin kemitraan dengan Tokopedia.

Berdasarkan data RTI Business dikutip Minggu, (10/12/2023), saham GOTO terpantau paling laris diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp7,1 triliun sepekan. Volume yang diperdagangkan sebanyak 70,6 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 407.828 kali.

Alhasil, pada perdagangan Jumat, (8/12/2023), saham GOTO pun melompat 13,68% atau 13 poin dan ditutup di level Rp108 per saham.

Kendati demikian, di tengah ramainya kabar terkait potensi kerja sama GOTO dengan TikTok yang direspons positif oleh pasar, investor asing justru tercatat melepas saham GOTO dengan net foreign sell sebesar Rp220,9 miliar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan penutupan saham GOTO akhir pekan kemarin menguat dan disertai dengan peningkatan volume pembelian, penguatan GOTO pun mampu menembus MA200. 

Lebih lanjut dia mengatakan, dari pergerakan indikator lainnya, MACD masih berada di area positif dan masih menunjukkan tanda penguatan, dia menyarankan investor untuk mencermati dari stochastic yang berpeluang terjadinya goldencross. Alhasil, saham GOTO diprediksi menguat menuju level Rp130 per saham.

"Rekomendasi trading buy untuk saham GOTO dengan support Rp97 dan level resistance Rp116. Apabila mampu break resistance, maka GOTO berpeluang menguji Rp120 hingga Rp130 per saham," ujar Herditya kepada Bisnis, Minggu, (10/12/2023).

Setali tiga uang, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan saham GOTO juga masih berpotensi mengalami penguatan dengan target harga di rentang Rp105 hingga Rp127 per saham.

"Rekomendasi hold atau trading buy saham GOTO di area Rp86-Rp89 per saham. Target price Rp105, Rp111, dan Rp127 per saham," tulis Ivan dalam risetnya pada Jumat, (8/12/2023).

Manajemen GOTO Buka Suara

Sebelumnya dalam keterbukaan informasi Jumat (8/12/2023), Corporate Secretary GOTO RA Koesoemohadiani mengklarifikasi terkait kesepakatan ByteDance Ltd induk perusahaan TikTok, untuk menjalin kerja sama secara luas dengan PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dalam mengembangkan platform e-commerce baru.

Dia bilang, diskusi yang sedang berlangsung saat ini adalah antara GOTO, PT Tokopedia dan TikTok. Meski demikian, kata dia, belum ada keputusan atau kesepakatan final yang dicapai oleh para pihak, dan diskusi masih terus berlangsung hingga saat ini.

"Belum ada keputusan dan kesepakatan final atas potensi kemitraan strategis antara Perseroan, PT Tokopedia dan TikTok," ujarnya dalam keterbukaan informasi di laman BEI dikutip Minggu, (10/12/2023).

Lebih lanjut, GOTO juga membantah kabar sebanyak 50% sahamnya akan diambil alih oleh ByteDance Ltd. yang merupakan induk TikTok. Dia menegaskan, perseroan tidak berencana untuk menjual atau menerbitkan saham kepada ByteDance Ltd ataupun TikTok.

"Tidak ada rencana pengambilalihan  atas 50% saham GOTO ataupun penjualan saham GOTO oleh Perseroan kepada pihak manapun," tegasnya.

Menurutnya, GOTO akan senantiasa mematuhi peraturan terkait yang berlaku termasuk POJK No. 31 dan Peraturan BEI No.I-E apabila terdapat informasi material mengenai suatu kerja sama atau aksi korporasi yang signifikan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper