Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Bantah Kabar 50% Sahamnya Bakal Diambil Alih TikTok

Manajemen GOTO membantah kabar yang menyebutkan TikTok akan mengambil alih 50% saham GOTO.
Manajemen GOTO membantah kabar yang menyebutkan TikTok akan mengambil alih 50% saham GOTO. Bloomberg/Dimas Ardian
Manajemen GOTO membantah kabar yang menyebutkan TikTok akan mengambil alih 50% saham GOTO. Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membantah kabar sebanyak 50% sahamnya akan diambil alih oleh ByteDance Ltd. yang merupakan induk TikTok

Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koeseoemohadiani mengatakan tidak ada rencana pengambilalihan atas 50% saham GOTO ataupun penjualan saham GOTO kepada pihak manapun. 

"GOTO juga ingin memberikan klarifikasi tidak ada rencana pengambilalihan atas 50% saham GOTO ataupun penjualan saham GOTO oleh perseroan kepada pihak manapun," ucap Koesoemohadiani, Jumat (8/12/2023). 

Lebih lanjut, GOTO juga menjelaskan kabar kerja sama antara Tokopedia dan TikTok. Menurut Koesoemohadiani, diskusi kerja sama tersebut sedang berlangsung antara GOTO, Tokopedia, dan TikTok. 

Akan tetapi, hingga saat ini belum terdapat keputusan dan kesepakatan final atas potensi kemitraan strategis antara GOTO, Tokopedia, dan TikTok. 

Dia melanjutkan, GOTO akan senantiasa mematuhi peraturan terkait yang berlaku termasuk POJK No. 31 dan Peraturan BEI No.I-E apabila terdapat informasi material mengenai suatu kerja sama atau aksi korporasi yang signifikan.

Menurutnya, GOTO akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik selambat-lambatnya 2 hari kerja setelah terjadinya peristiwa tersebut. 

"GOTO meminta semua pihak agar tidak bergantung pada informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh GOTO," ujarnya. 

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham GOTO ditutup menguat 13,68% ke level Rp108 per saham. Saham GOTO bergerak pada posisi Rp94-Rp110 per saham hari ini.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper