Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tiba-tiba, Harga Emas Merosot 1% Lebih ke Bawah US$2.000

Harga emas di pasar spot turun 1,4% menjadi US$2,000.49 per ounce setelah sempat mencapai sesi terendah US$1.994.49 pada Jumat.
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US$2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS./Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US$2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global anjlok ke bawah US$2.000 pada perdagangan Jumat (8/12/2023) waktu setempat karena dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat. Hal ini terjadi setelah para investor memangkas perkiraan penurunan suku bunga AS akan terwujud pada Maret 2024 menyusul data tenaga kerja yang lebih kuat dari prediksi.

Harga emas di pasar spot turun 1,4% menjadi US$2,000.49 per ounce setelah sempat mencapai sesi terendah US$1.994.49 sebelumnya. Harga turun 3,4% sejauh ini, yang merupakan pekan terburuk dalam sepuluh minggu terakhir.

Adapun harga emas Comex juga ditutup merosot 1,6% menjadi US$2.014.50 pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat.

Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat pada bulan November 2023 sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,7%. Data ini menandakan kekuatan pasar tenaga kerja yang membuat para pedagang bertaruh bahwa Federal Reserve memerlukan waktu hingga bulan Mei untuk melakukan pengurangan pertama dalam serangkaian penurunan suku bunga tahun depan.

“Emas telah merosot karena laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan kekuatan secara keseluruhan,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, mengutip Reuters, Sabtu (9/12/2023).

Penutupan harga terendah ini, lanjut Wong, sekitar US$150 di bawah harga tertinggi sepanjang masa pada yang dicapai pada hari Minggu lalu, telah mengubah narasi pertemuan Fed. Sekarang, pembeli emas mengharapkan keputusan The Fed yang bersahabat akan mencegah koreksi emas lebih dalam, atau bahkan kemunduran.

Pada bagian lain, indeks dolar AS menguat 0,7% pada minggu ini, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10-tahun rebound dari posisi terendah tiga bulan.

Para pedagang menunggu proyeksi suku bunga terkini untuk tahun depan dari pertemuan kebijakan The Fed pada 12-13 Desember 2023.
“Dengan banyaknya pelonggaran yang sudah diperhitungkan di pasar, baik perak maupun emas akan terus mengalami periode di mana ekspektasi dapat ditantang,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank.

Dealer emas fisik di India meningkatkan diskon ke level tertinggi dalam tujuh bulan pada minggu ini untuk memikat pelanggan karena rekor harga lokal mengurangi permintaan.

Harga logam mulia lainnya seperti perak di pasar spot turun 3,3% menjadi US$23,00 per ounce, mengincar minggu terburuk sejak Oktober 2022.
Platinum naik 1,3% menjadi US$919,01, sementara paladium turun 2,44% menjadi US$945,94. Keduanya juga mengalami penurunan secara mingguan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper