Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BUMN Timah (TINS) Optimistis Kinerja 2024 Membaik

Emiten BUMN pertambangan logam anggota MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS) optimistis kinerja keuangan pada 2024 akan membaik.
Emiten BUMN pertambangan logam anggota MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS) optimistis kinerja keuangan pada 2024 akan membaik.
Emiten BUMN pertambangan logam anggota MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS) optimistis kinerja keuangan pada 2024 akan membaik.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN pertambangan logam anggota MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS) optimistis kinerja keuangan pada 2024 akan membaik, setelah sampai dengan kuartal III/2023 mencatatkan kerugian. 

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Umar Baswedan mengungkapkan bahwa ada dua hal yang akan didorong perusahaan pada tahun depan, yakni berfokus pada operasi produksi dan menerapkan upaya efisiensi dalam setiap rantai bisnis. 

Abdullah menyampaikan bahwa TINS berencana menambah lokasi tambang baru pada 2024. Pada saat bersamaan, perseroan juga akan mengamankan lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki penambang ilegal.

Diketahui terdapat kegiatan ilegal di wilayah IUP BUMN Timah yang tersebar di daerah Bangka, Belitung, dan Kundur. Kegiatan ilegal ini terjadi baik di darat maupun laut. 

Sementara itu, bertalian dengan permintaan timah yang menurun, Abdullah mengemukakan bahwa sejatinya tren konsumsi timah selama 8 tahun terakhir lebih besar dari produksi.

“Jadi rata-rata kalau kami hitung kesenjangan antara konsumsi dan produksi mencapai 3% sampai dengan 4% dalam 8 tahun terakhir,” ujarnya saat ditemui Bisnis di Jakarta, pekan lalu.  

Dengan gap yang begitu besar, Abdullah meyakini permintaan terhadap komoditas timah akan meningkat. Hal ini juga seiring dengan makin banyaknya penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan peralatan teknologi lainnya. 

Untuk periode kuartal IV/2023, perseroan akan melakukan sejumlah strategi guna memperbaiki kinerja keuangan yakni TINS akan melakukan penambahan kapal isap, serta meningkatkan produktivitas operasi dan efisiensi di seluruh lini bisnis guna mengerek pendapatan. 

Sepanjang Januari-September 2023, TINS tercatat membukukan rugi bersih sebesar Rp87,45 miliar. Kerugian tersebut sejalan dengan melemahnya capaian pendapatan yang anjlok 37,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp6,37 triliun.

Turunnya pendapatan dikontribusikan oleh penjualan logam timah yang merosot 42,77% YoY menjadi Rp4,5 triliun. Selain itu, pendapatan dari tin chemical tercatat sebesar Rp559,21 miliar atau mencerminkan penurunan 44,86% YoY.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani, mengatakan harga logam timah dunia terus tertekan akibat penguatan mata uang Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut, lanjutnya, juga diikuti dengan lambatnya pemulihan ekonomi China dan melemahnya permintaan timah karena tingginya persediaan London Metal Exchange (LME).

Kondisi ini lantas memberikan dampak terhadap ekspor timah Indonesia dari kuartal II/2023 sampai dengan kuartal III/2023, khususnya ekspor timah TINS ke beberapa negara.

“Di tengah perlambatan ekonomi serta lemahnya permintaan logam timah global, perseroan konsisten menjalankan efisiensi di segala lini bisnis. Manajemen optimis target efisiensi akan tercapai dan memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan.” pungkasnya.

Sementara itu, beban pokok pendapatan TINS mencapai Rp5,79 triliun. Jumlah ini turun 26,78% YoY sehingga membuat laba kotor yang dirangkum perseroan sepanjang Januari-September 2023 sebesar Rp584,29 miliar, ambles 74,26% YoY.

Dari sisi kinerja operasi, TINS mencatatkan produksi bijih timah sebesar 11.201 ton atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 14.502 ton. Produksi logam timah dan penjualan timah juga mencatatkan penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper