Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Angin Segar The Fed

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali menguat terbatas pada perdagangan hari ini karena proyeksi The Fed terkait suku bunga.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali menguat terbatas pada perdagangan hari ini karena proyeksi The Fed terkait suku bunga. Bisnis/Arief Hermawan P
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali menguat terbatas pada perdagangan hari ini karena proyeksi The Fed terkait suku bunga. Bisnis/Arief Hermawan P
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan kembali menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis (30/11/2023), seiring dengan sikap hati-hati The Fed terkait kebijakan suku bunga.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan mata uang rupiah pada perdagangan Kamis (30/11/2023) diperkirakan fluktuatif, tetapi ditutup menguat di rentang Rp15.370 hingga Rp15.440 per dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 40,50 poin atau 0,26% menuju level Rp15.395 per dolar AS pada Rabu (29/11/2023). Adapun indeks dolar AS meningkat 0,06% ke posisi 102,80.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia mayoritas juga menguat. Won Korea, semisal, naik 0,46%, sedangkan Yen Jepang meningkat 0,10%, dan yuan China naik 0,19%. Baht Thailand menguat 0,03%, dan ringgit Malaysia naik 0,39%.

Ibrahim menyampaikan bahwa para pejabat The Fed menilai bank sentral perlu berhati-hati dalam mempertahankan suku bunga, dan melonggarkan kebijakan tersebut seiring dengan turunnya inflasi.

Seiring dengan kondisi tersebut, penurunan tekanan harga secara lebih lanjut memungkinkan bank sentral AS tersebut berpeluang menurunkan tingkat suku bunga.

“Para pedagang memperkirakan setidaknya 40% kemungkinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya paling lambat pada Maret 2024, dan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada Desember,” ujarnya dalam riset harian, Rabu (29/11/2023).

Ibrahim menambahkan bahwa prospek perubahan sikap hawkish The Fed mendorong kenaikan kuat pada komoditas emas sepanjang bulan November. Selain itu, logam kuning tersebut kini diperkirakan akan bertambah lebih dari 3% pada bulan ini.

Dari sisi internal, utang pemerintah Indonesia kembali naik ke level Rp7.950,52 triliun pada Oktober 2023. Jumlah ini mengalami kenaikan Rp58,6 triliun dari periode September 2023 (month-to-month/mtm) yang tercatat sebesar Rp7.891,61 triliun.

Dikutip dari buku APBN Kita Edisi November 2023, rasio utang pemerintah pada Oktober 2023 mencapai 37,68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski nilainya naik, rasio utang per Oktober 2023 lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 37,95 terhadap PDB.

Rasio utang tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan periode akhir 2022 dan masih di bawah batas aman 60% PDB sesuai dengan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara.

Selain itu, rasio tersebut juga masih lebih baik dari yang telah ditetapkan pada kisaran 40% dalam Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah 2023-2026.

Simak pergerakan rupiah hari ini secara live.

15:00 WIB
Rupiah ditutup melemah

Pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup melemah 115 poin atau 0,75% menjadi Rp15.510 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,13% ke level 102,901.

14:01 WIB
Rupiah turun 95,5 poin

Pukul 14.00 WIB, rupiah turun 95,5 poin atau 0,62% menjadi Rp15.490,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS terkoreksi 0,03% ke level 102,738.

12:00 WIB
Rupiah turun 100 poin

Pukul 11.59 WIB, rupiah turun 100 poin atau 0,65% menjadi Rp1.495 per dolar AS. Rupiah melemah bersama mata uang Asia lainnya.

Indeks dolar AS naik 0,07% ke level 102,834.

10:02 WIB
Rupiah menjadi yang terlemah di Asia

Pukul 10.00 WIB, rupiah turun 71 poin atau 0,46% menjadi Rp14.466 per dolar AS.

Rupiah menjadi yang terlemah di Asia.

09:04 WIB
Rupiah dibuka melemah

Rupiah dibuka melemah 58 poin atau 0,38% ke Rp15.453 per dolar AS, bersama koreksi mata uang Asia lainnya.

Indeks dolar AS naik 0,02% ke level 102,789.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper