Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indo Tambangraya (ITMG) Alokasi Capex Jumbo, Produksi Batu Bara 2024 Naik

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mengalokasikan capex lebih besar pada 2024 seiring dengan rencana penambahan produksi dan penjualan batu bara.
Chief Executive Officer Banpu Public Company Limited Somruedee Somphong (kiri) dan Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Mulianto saat wawancara di Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (14/11/2023). ITMG mengalokasikan capex lebih besar pada 2024 seiring dengan rencana penambahan produksi dan penjualan batu bara. JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Chief Executive Officer Banpu Public Company Limited Somruedee Somphong (kiri) dan Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Mulianto saat wawancara di Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (14/11/2023). ITMG mengalokasikan capex lebih besar pada 2024 seiring dengan rencana penambahan produksi dan penjualan batu bara. JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mengalokasikan belanja modal (capex) lebih besar pada 2024 seiring dengan rencana penambahan produksi dan penjualan.

Junius Prakarsa Darmawan, Direktur Keuangan ITMG, menyampaikan alokasi capex pada 2024 masih dalam tahap finalisasi. Nilai capex berpeluang meningkat dua kali lipat dari estimasi capex pada 2023.

Pada 2023, estimasi capex ITMG mencapai US$44,4 juta. ITMG telah menyerap belanja modal sebesar US$26,7 juta atau setara Rp413,5 miliar (kurs Jisdor Rp15.487 per dolar AS) sampai 9 bulan 2023.

"Capex 2024 masih finalisasi, mungkin totalnya dua kali lipat dari estimasi tahun ini US$44 juta," paparnya dalam Pubex Live 2023, Kamis (30/11/2023).

Alokasi capex yang besar untuk pengembangan beberapa tambang baru, perbaikan infrasruktur di tambang existing wilayah Melak, Kalimanta Timur, hingga pengembangan jetty (pelabuhan) untuk mengantisipasi penambahan produksi batu bara ke depan. Beberapa proyek tambang batu bara ITMG yang belum beroperasi adalah PT Nusa Persada Resources (NPR), PT Tepian Indah Sukses (TIS), dan milik PT Graha Panca Kars (GPK).

Sementara itu, dari realisasi capex US$26,7 juta per September 2023, sebagian besar belanja modal ini terserap oleh bisnis batu bara ITMG dengan total US$15 juta. 

Rinciannya, tambang Trubaindo menyerap belanja modal sebesar US$5,6 juta. Kemudian, capex sebesar US$4,7 juta terserap oleh tambang Bharinto, sebesar US$4 juta terserap oleh tambang Indominco, dan sisanya sebesar US$0,7 juta oleh tambang Jorong. 

Lalu, bisnis ITMG lainnya seperti TRUST menyerap belanja modal sebesar US$7,1 juta, proyek greenfield menyerap belanja modal US$1 juta, renewable atau proyek energi terbarukan sebesar US$2,6 juta, dan lain-lain sebesar US$0,9 juta.

Yulius Kurniawan Gozali, Direktur ITMG, menyampaikan sampai akhir 2023 pihaknya optimistis mencapai target produksi batu bara 16,9 juta ton dan penjualan 21,1 juta ton. Sejumlah 77% harga batu bara ITMG sudah ditetapkan, dan 23% floating mengikuti indeks harga batu bara global.

Per September 2023, penjualan batu bara ITMG mencapai 15,3 juta ton. China menjadi pasar terbesar yakni 5,4 juta ton, Indonesia sebesar 3,6 juta ton, Jepang sebesar 1,9 juta ton, Filipina sebesar 1,2 juta ton, Thailand sebesar 800.000 ton, dan negara-negara lain di Asia Pasifik dan Eropa.

"Untuk target [produksi dan penjualan] pada 2024 diperkirakan cenderung akan naik karena potensi pasar batu bara masih stabil dan menjanjikan," imbuhnya.

Tambang Baru

Sementara itu, ITMG berencana mengoperasikan satu tambang batu pada 2024, yakni PT Graha Panca Karsa, sehingga menambah portofolio produksi.

Mulianto, Direktur Utama ITMG, menyampaikan pada 2024 perusahaan akan mengoperasikan satu tambang baru, yakni Graha Panca Karsa (GPK). Diharapkan produksi batu bara GPK mencapai 1 juta ton pada tahun depan.

"Produksi GPK diharapkan mencapai 1 juta ton pada 2024, kemudian tumbuh bertahap menjadi 2 juta ton pada 2025, dan 3 juta ton pada 2026," jelasnya.

GPK memiliki batu bara berkalori 3.600-3.800 Kcal/kg dengan tingkat abu 8%-11%, sulfur 0,1%-0,2%, dan total kelembapan 36%-38%. Menurut Muliato, rendahnya sulfur menjadi kelebihan produk batu bara GPK sehingga bisa dicampurkan dengan portofolio batu bara ITMG di tambang lainnya.

GPK memiliki konsesi 5.060 hektare (ha) di Kalimantan Timur. Lokasinya berjarak 14 km dari Pelabuhan Bunyut sehingga memudahkan pengangkutan.

"Dengan produk yang lebih terdiversifikasi, ITM akan mampu memenuhi berbagai macam kualitas yang dibutuhkan pelanggan baik di pasar domestik maupun ekspor," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper