Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba BSDE Melonjak, Manajemen Jelaskan Soal Dividen

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) akan memfokuskan dana perseroan untuk ekspansi ke depan dibandingkan pembagikan dividen.
PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) akan memfokuskan dana perseroan untuk ekspansi ke depan dibandingkan pembagikan dividen. /bsdcity.com
PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) akan memfokuskan dana perseroan untuk ekspansi ke depan dibandingkan pembagikan dividen. /bsdcity.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti Grup Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) akan memfokuskan dana perseroan untuk ekspansi ke depan dibandingkan pembagikan dividen.

Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, menyampaikan pembagian dividen merupakan ranah pemegang saham yang ditentukan melalui rapa umum pemegang saham tahunan (RUPST). Manajemen BSDE tentunya menimbang kondisi keuangan dan rencana ekspansi perseroan pada tahun berikutnya.

Saat ini, kebutuhan belanja modal (capex) BSDE cukup besar sekitar Rp2 triliun-Rp3 triliun per tahun, termasuk untuk pembebasan lahan di area BSD City. Land yang bank sudah dikembangkan di BSD City sekitar 2.500 hektare (ha) dari ketersediaan 5.900 ha.

"Terkait dividen kita lihat RUPST 2023. Saat ini, BSDE perlu capex besar untuk pembebasan lahan dan ekspansi lainnya. BSDE juga sedang meningkatkan pendapatan berulang dari properti investasi. Jadi, land bank dan ekspansi ini sebagai bahan baku pengembangan tahun-tahun berikutnya," ujarnya dalam Public Expose Live 2023, Selasa (28/11/2023).

Sebagai informasi, BSDE terakhir membagikan dividen pada 2017 dengan besaran Rp96,23 miliar atau Rp5 per saham. Dividen tersebut diambil dari 5,36 persen laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2017 mencapai Rp1,8 triliun.

Per September 2023, pendapatan usaha BSDE yang naik 2,28% year-on-year (YoY) menjadi Rp7,3 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan usaha perseroan bersumber dari segmen penjualan tanah, bangunan, dan strata title yang mencapai 82,57% dari total pendapatan, yakni Rp6,03 triliun.

Laba besih BSDE melonjak 92,6% menjadi Rp1,77 triliun per September 2023 dibandingkan Rp918,30 miliar per September 2022.

Per September 2023, BSDE mengucurkan capex Rp2,8 triliun untuk pengembangan tahap 2 Kota Wisata, pembangunan ruko, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1 B, hingga proyek bersama Grup Kawan Lama, Living Wold Grand Wisata. Diharapkan Tol Serpong-Balaraja Seksi 1 B dan Living World dapat beroperasi tahun depan.

Di sisi lain, BSDE optimistis mencapai target marketing sales Rp8,8 triliun pada 2023, bahkan sedikit melampauinya. Adapun, untuk target 2024 manajemen masih dalam tahap penghitungan.

Per September 2023, BSDE mencatatkan pendapatan pra penjualan atau marketing sales Rp6,75 triliun. Perincinnyanya, proyek residensial rumah tapak berkontribusi Rp4,47 triliun, dan komersial Rp2,28 triliun.

Hermawan Wijaya menyampaikan perseroan optimistis dapat mencapai target marketing sales Rp8,8 triliun pada 2023. Salah satunya karena insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) atau bebas PPN rumah yang menggairahkan sektor properti.

"Per September 2023 marketing sales sudah Rp6,7 triliun, tahun ini target Rp8,8 triliun bisa tercapai, bahkan melampaui sedikit. Adanya insentif tentunya mendukung industri properti hingga 2024. Namun, target 2024 masih dalam tahap penyusunan," jelasnya

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi menerbitkan aturan terkait insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) atau bebas PPN rumah untuk sektor perumahan per November 2023.

Belied yang diteken pada 21 November 2023 tersebut menyatakan bahwa PPN DTP khusus bagi rumah tapak dan satuan rumah susun baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni.

PPN DTP 100% yang terutang dari dasar pengenaan pajak mulai dari harga rumah Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, berlaku bagi serah terima rumah mulai 1 November 2023 sampai dengan 30 Juni 2024. Sementara mulai 1 Juli 2024 hingga 31 Desember 2024, pemerintah hanya akan menanggungg PPN terutang sebesar 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper