Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Supensi Dibuka Saham Prajogo Pangestu BREN Turun, IHSG Tetap Naik

IHSG mengalami kenaikan 0,22% atau 14 poin ke level 6.822 di kala saham PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) mengalami pelemahan usai suspensi dibuka.
Annisa Kurniasari Saumi,Artha Adventy,Pandu Gumilar
Senin, 13 November 2023 | 09:30
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 0,22% atau 14 poin ke level 6.822 di kala saham PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) mengalami pelemahan usai suspensi dibuka.

Saham BREN langsung jatuh 2,87% ke posisi Rp5.100 setelah keluar dari jerat suspensi. Saham milik Prajogo Pangestu itu ditransaksikan sebanyak 5.115 kali dengan jumlah saham yang beredar 13,6 juta saham. RTI memperkirakan nilai transaksi itu mencapai Rp72,5 miliar.

Akibat penurunan itu saham BREN kehilangan kapitalisasi pasar menjadi Rp685 triliun. BEI menyatakan saham BREN bisa diperdagangkan kembali mulai hari ini, Senin (13/11/2023). “Maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 13 November 2023,” sebut BEI.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham emiten milik Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) pada Jumat (10/11/2023).

Di sisi lain, IHSG menguat berkat ditopang oleh 234 saham yang menguat, 164 saham yang melemah dan 226 saham mengalami stagnansi. Posisi tertinggi yang telah dicapai IHSG pagi ini adalah 6.839 dan yang terendah 6.814.

Investor melakukan transaksi atas 1,3 triliun saham dengan perkiraan nilai mencapai Rp740 miliar. Beberapa saham yang aktif diperdagangkan adalah BRPT, BREN, AMMN, dan BBRI.

Prediksi IHSG Hari Ini

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG berpotensi uji support area 6750-6780 pada hari ini. Valdy menyebutkan pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen regional yang datang dari China. Negeri Tirai Bambu merilis China New Yuan Loans yang diperkirakan turun ke 665 miliar yuan China pada Oktober 2023 waktu setempat. Hal ini menyusul deflasi IHK di Tiongkok sebesar 0,2% yoy di Oktober 2023. Kondisi ini membangun ekspektasi perbaikan ekonomi di Tiongkok akan relatif terbatas di sisa tahun 2023. 

Selain itu, IHSG juga dipengaruhi oleh Neraca Perdagangan Indonesia (NPI), ekspor dan impor Indonesia akan dirilis Rabu (15/11/2023). Surplus NPI diperkirakan turun ke US$3,3 miliar di Oktober 2023. Sementara, perlambatan ekspor dan impor mulai terbatas ke 15,6% yoy dan 8,7% yoy di Oktober 2023.

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup melemah di posisi 6.809 atau turun 0,42%. Sepanjang perdagangan indeks komposit bergerak di level 6.843 hingga 6.801. Sebanyak 184 saham naik, 333 saham turun dan sisanya 227 stagnan. Sementara kapitalisasi pasar bergerak ke posisi Rp10.719,89 triliun. 

Masih dari data ekonomi, AS dan Inggris akan merilis data inflasi bulan Oktober 2023 di Selasa (14/11/2023) dan Rabu (15/11/2023). Realisasi inflasi tersebut berpotensi menentukan arah kebijakan dari bank sentral dari masing-masing negara di sisa tahun 2023.

Menyusul prediksi IHSG dan sentimen yang mengiringinya, beberapa saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini menurut Phintraco Sekuritas adalah ADRO, BBTM, SIDO, EXCL, BIRD dan SCMA. 

Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi menyebutkan IHSG terlihat melakukan koreksi dan terlihat masih menguji support garis MA200 dengan volume rendah.

“Selama tidak membuat Lower Low (LL) level maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA(50,100),” katanya dalam riset harian.  Namun jika membuat LL level maka berpeluang untuk menguji menguji level terendahnya di Oktober 2023.

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup melemah di posisi 6.809 atau turun 0,42%. Sepanjang perdagangan indeks komposit bergerak di level 6.843 hingga 6.801. Sebanyak 184 saham naik, 333 saham turun dan sisanya 227 stagnan. Sementara kapitalisasi pasar bergerak ke posisi Rp10.719,89 triliun. 

Sementara untuk perdagangan hari ini, Wafi menyebutkan IHSG akan bergerak di kisaran 6.760 hingga 6.870.

Sementara itu, Analis KB Valbury Sekuritas Adrian Alamsyah menyatakan secara teknikal IHSG nampak masih kesulitan untuk dapat bertahan diatas EMA200 sebagai resistancenya atau di level 6.857.

"Support IHSG saat ini terdekat pada level 6740-6780. Pada pekan depan, pergerakan IHSG akan didorong oleh sentimen global dan domestik. Dari AS akan ada rilis data inflasi, data penjualan retail & data perizinan bangunan periode oktober. Dari dalam negeri sendiri akan ada perilisan data Neraca Perdagangan Indonesia (ekspor & impor)
yang akan dirilis Rabu (15/11) nanti," ungkapnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper