Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Bir STRK Labil, Cuan Christopher Sumasto Tjia Masih Tebal

Saham Lovina Beach Brewery (STRK) bergerak fluktuatif hingga siang ini, namun pengendali perseroan Christopher Sumasto Tjia masih mendulang keuntungan.
Jajaran direksi PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) saat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/10/2023). (Bisnis/Rizqi Rajendra)
Jajaran direksi PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) saat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/10/2023). (Bisnis/Rizqi Rajendra)

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) tancap gas selama berhari-hari sejak mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Oktober 2023. Namun, saham produsen craft bir ini tampak fluktuatif pada perdagangan hari ini. 

Berdasarkan data RTI, Senin (16/10/2023) pada 13.45 WIB, saham STRK melejit 23% ke posisi Rp374. Artinya, saham STRK telah melesat 274% dari harga penawaran umum perdana saham di level Rp100 per saham.

Per 16 Oktober 2023, kapitalisasi pasar STRK mencapai Rp4,01 triliun, price to earning ratio (PER) sekitar 0,27 kali, sedangkan price to book value (PBVR) di level 84,19 kali.

Kendati demikian, saham STRK juga bergerak fluktuatif dengan melemah 1,32 persen pada 14.13 WIB ke posisi Rp300 per saham. Bahkan, pada 14.30 WIB, saham STRK telah anjlok signifikan 25 persen ke level Rp228.  

Setelah IPO, susunan pemegang saham STRK adalah PT Barito Mas Sukses sebagai pengendali sebesar 76,31%, dan Christopher Sumasto Tjia yang juga pengendali sebanyak 0,56%. Masing-masing pihak menggenggam secara langsung 8,18 miliar dan 60,45 juta saham.

Christopher Sumasto Tjia juga merupakan pemegang saham Barito Mas Sukses melalui Boga Kreasi Indah. Dengan demikian, ia adalah pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari STRK.

STRK memiliki perusahaan sepengendali atau sister company yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di antaranya PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG), PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), PT PAM Mineral Tbk. (NICL) dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK). Seluruh perusahaan ini berada di bawah kendali PAM Group.

Sebelumnya Direktur Utama STRK Bona Budhisurya mengatakan perseroan menargetkan pendapatan hingga akhir tahun sebesar Rp50 miliar.

“Target kita, sales sampai akhir tahun ini Rp50 miliar, dan kita lihat sampai sekarang sudah mencapai. Kalau laba, nanti kita lihat,” kata Bona usai seremoni pencatatan perdana saham, Selasa (10/10/2023).

Berdasarkan data per 31 Maret 2023, STRK mencatatkan penjualan bersih Rp10,82 miliar, atau melesat 183,45 persen dari periode sama tahun lalu Rp3,83 miliar.

Sementara untuk setahun penuh 2022, STRK mengantongi penjualan bersih Rp30,93 miliar, atau melambung 205,55 persen dibanding 2021 yang sebesar Rp10,12 miliar. Melesatnya penjualan dibarengi dengan posisi bottom line yang positif. STRK meraup laba neto tahun berjalan sebesar Rp19,48 miliar hingga kuartal I/2023, dari posisi rugi neto tahun berjalan pada periode sama tahun 2022 sebesar Rp638,22 miliar.

Bona juga menyebutkan bahwa ia akan terus memperbesar perusahaannya melalui penambahan varian produk dan dari sisi pemasaran. Di mana dalam hal tersebut, STRK akan menggunakan dana hasil IPO.

"Dengan dana IPO ini, kami tambah varian, lalu marketing. Saat ini mungkin marketing kami kurang agresif, karena memang saya membangun bisnis ini dari nol. Sekarang dengan IPO, mungkin ada budget lebih, dan kami bisa lebih besar serta lebih bagus lagi,” pungkas Bona.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper