Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Emiten Emas ARCI Kembali Melesat, Buntut Rencana Divestasi

Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) kembali melesat seiring dengan kabar rencana pelepasan saham ARCI oleh Grup Rajawali.
Farid Firdaus,Hafiyyan
Farid Firdaus & Hafiyyan - Bisnis.com
Senin, 16 Oktober 2023 | 17:15
Produk emas 24 Karat Lotus Archi, produk PT Archi Indonesia, entitas Grup Rajawali./ Istimewa
Produk emas 24 Karat Lotus Archi, produk PT Archi Indonesia, entitas Grup Rajawali./ Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) kembali melesat seiring dengan kabar rencana pelepasan saham ARCI oleh Grup Rajawali Corp milik konglomerat Peter Sondakh.

Saham ARCI naik 6,51% atau 22 poin ke level Rp260 pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (13/10/2023). Sepanjang hari, saham ARCI sempat menyentuh level tertinggi di harga Rp400 dan terendah di harga Rp334.

Terkini pada Senin (16/10/2023), saham ARCI kembali melesat 17,22% atau 62 poin menjadi Rp422. Kapitalisasi pasarnya naik menjadi Rp10,48 triliun.

PT Rajawali Corp milik taipan Peter Sondakh ramai dikabarkan tengah mempertimbangkan penjualan saham Archi Indonesia. Menurut sumber Bloomberg, Jumat (13/10/2023), Rajawali Corp bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut dan mungkin memutuskan untuk tetap mempertahankan sahamnya.

Menurut salah satu sumber anonim Bloomberg, Rajawali yang memiliki sekitar 85 persen saham penambang tersebut, sedang mencari valuasi sekitar US$1 miliar untuk ARCI dalam sebuah kesepakatan.

Saham Archi telah meningkat sekitar 3% tahun ini, memberikan nilai pasar perusahaan sebesar Rp8,5 triliun atau setara US$540 juta. Namun, kapitalisasi pasar ARCI kini menembus Rp10 triliun dengan kenaikan 27% sepanjang 2023.

Diskusi atas penjualan saham ARCI sedang berlangsung dan belum ada kepastian Rajawali Corp akan melanjutkan transaksi atau tidak.

Perwakilan Archi mengatakan mereka tidak memiliki informasi mengenai kesepakatan tersebut karena ini merupakan urusan pemegang saham, sementara perwakilan Rajawali tidak menanggapi permintaan komentar melalui telepon dan email.

Sebelumnya, manajemen ARCI menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sebesar 20 persen sejalan dengan target peningkatan produksi sepanjang 2023. 

Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra mengatakan keyakinan capaian target tersebut seiring dengan perbaikan Pit Araren yang longsor serta penambahan infrastruktur yang diharapkan dapat menekan pengeluaran ARCI. 

“Kalau kita berbicara soal produksi, maka target finansial juga akan tumbuh 20 persen juga dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya kepada Bisnis, Selasa (22/8/2023). 

Rudy menjelaskan hingga saat ini ARCI menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 20 persen. Target tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang yang disebut akan memproduksi emas lebih dari 200.000 ons seperti sebelum tahun 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus & Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper