Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Konflik Israel-Hamas Picu Kenaikan Harga Emas, Emiten Logam ANTM & MDKA Bisa Dulang Cuan

Gejolak konflik Israel-Hamas yang kembali memanas berdampak pada peningkatan harga emas global, emiten logam kuning ANTM hingga MDKA bisa dulang cuan.
IGejolak konflik Israel-Hamas yang kembali memanas berdampak pada peningkatan harga emas global, emiten logam kuning ANTM hingga MDKA bisa dulang cuan./Pexels.
IGejolak konflik Israel-Hamas yang kembali memanas berdampak pada peningkatan harga emas global, emiten logam kuning ANTM hingga MDKA bisa dulang cuan./Pexels.

Bisnis.com, JAKARTA — Gejolak konflik Israel-Hamas yang kembali memanas berdampak pada peningkatan harga emas global. Kondisi atraktif emas berpotensi memberikan dampak positif terhadap Average Selling Price (ASP) saham emiten emas, seperti ANTM dan MDKA.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (12/10/2023) pukul 18.00 WIB, harga emas comex naik 0,41 persen atau 7,80 poin ke posisi US$1.895,10 per troy ounce. Sementara itu emas spot mengekor dengan peningkatan sebesar 0,40 persen atau 7,55 poin ke level US$1.88,91 per troy ounce. 

Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menyebutkan harga emas menjadi atraktif ketika terjadi gejolak politik dan ekonomi termasuk memanasnya konflik di Gaza. Harga yang lebih fluktuatif terjadi karena emas memiliki karakteristik sebagai safe haven sehingga investor berbondong-bondong memborong unsur kimia berkode Au tersebut. 

“Menurut saya kenaikan harga emas akhir-akhir ini karena meletusnya perang Israel dan Palestina,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (12/10/2023). 

Meski perang membuat harga emas melambung, pasar masih sedikit gamang terhadap kebijakan The Fed akhir tahun ini. Apakah The Fed kembali menaikkan suku bunganya atau justru menahan karena adanya potensi inflasi dari kenaikan harga minyak. 

Sementara itu, Pejabat The Fed sendiri berpandangan bahwa kenaikan suku bunga tidak diperlukan di pertemuan selanjutnya. Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Pejabat The Fed memandang bahwa bank sentral tidak perlu menaikkan lagi suku bunga acuan dan resesi tak akan terjadi. 

Presiden Bank Federal Reserve (The Fed) wilayah Atlanta Raphael Bostic mengungkapkan bahwa suku bunga tidak perlu dinaikkan untuk menurunkan inflasi sesuai dengan target. 

“Saya sebenarnya tidak berpikir kita perlu menaikkan suku lagi [untuk menurunkan inflasi yang terlalu tinggi ke target 2 persen The Fed],” katanya. 

Sentimen-sentimen tersebut yang akan mempengaruhi harga emas saat ini. Felix menyebutkan kenaikan yang saat ini terjadi akan memberikan dampak positif bagi emiten-emiten emas dari sisi rerata harga jual. 

“Namun berkah harga emas masih harus melihat jumlah permintaan pasar,” jelas Felix. 

Dari sejumlah emiten emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Panin Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi untuk Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) 

Target Produksi Emiten Emas

Di tengah potensi melambungnya harga rerata jual emas, sejumlah emiten emas membidik target produksi. Sebut saja PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). 

MDKA misalnya, pada keterbukaan kinerja emiten afiliasi Garibaldy Boy Thohir ini menargetkan produksi emas menjadi 140.000 troy ounce sepanjang 2023. Capaian target tersebut juga diiringi dengan biaya berkelanjutan All-In Sustaining Cost (AISC) sebesar US$1.100 hingga US$1.300 per troy ounce. 

Sepanjang kuartal II/2023, emas yang diproduksi MDKA sebesar 38.447 ons dengan biaya berkelanjutan All-In Sustaining Cost (AISC) sebesar US$1.060 per troy ounce. 

Selanjutnya emiten emas milik Grup Bakrie BRMS memiliki total produksi pabrik pertama sebesar 500 ton bijih per hari. Kemudian pabrik kedua telah beroperasi dengan kapasitas 1.500 hingga 2.000 ton bijih per hari, ditargetkan pula tahun ini akan mencapai kapasitas penuh sebesar 4.000 ton bijih per hari. 

Terakhir AMMN yang menargetkan produksi emas menjadi 529 kilo ons sepanjang 2023. Sementara itu, sepanjang semester I/2023, AMMN berhasil memproduksi 172 kilo ons emas. AMMN juga mencatatkan penjualan emas sebesar 119 kilo ons dengan harga jual rata-rata US$2,004 per ons sepanjang semester I/2023.

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper