Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Data Historis: Gerak IHSG 20 Tahun Terakhir saat Pemilu, 2024 Bisa Positif?

Sepanjang 20 tahun penyelenggaraan Pemilu Indonesia, IHSG selalu bergerak positif. Akan kembali dirasakan pada pemilu 2024 mendatang?
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang 20 tahun Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif. Pemilu disebut berdampak positif pada gerak indeks komposit dan akan kembali dirasakan pada 2024 mendatang.

Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus Analis Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto menjelaskan secara historis, kinerja IHSG cenderung positif selama gelaran pemilu beberapa tahun terakhir. Bahkan tahun politik 2024 juga akan memberikan dampak positif bagi IHSG.

“Kalaupun pernah ada tekanan di awal masa proses kampanye, namun pada saat usai proses pemungutan suara indeks kembali menguat,” ujar David alam acara Economic and Capital Market Outlook 2024 oleh CSA Institute, Selasa (10/10/2023).

Berdasarkan data, pada pemilu 2004 yang terjadi dalam dua putaran, IHSG terpantau melemah pada pelaksanaan Pemilu. Namun demikian, saat pengumuman hasil Pemilu, pelaksanaan putaran kedua serta penetapan presiden, IHSG tren positif.

Pemilu 2004, IHSG naik 17,70 persen, berdasarkan hitungan per akhir 2003 hingga hari pemilihan presiden putaran kedua pada tengah September 2004. Pelaksanaan Pemilu dengan 5 pasangan capres-cawapres pada April 2004 hingga April 2005 IHSG bergerak di rentang 725 hingga 1.150.

Selanjutnya pada pemilu 2009 dengan 3 pasangan calon presiden, IHSG kembali bergerak di tren positif. April 2009, mulai dari masa kampanye hingga penetapan presiden terpilih, IHSG bergerak dalam tren positif.

Awal masa kampanye, IHSG berada di kisaran 1.300an dan berakhir di posisi 2.000 pada saat penetapan presiden dan wakil presiden terpilih. Pemilu 2009, IHSG berhasil melonjak tinggi 53,70 persen ke 2.083 dari Januari 2009 hingga 7 Juli 2009 atau sehari sebelum pemilihan presiden dan wakil presiden.

Selanjutnya pada pemilu 2014, IHSG menguat 17,6 persen. April 2014, IHSG berada di level sekitar 4.700an dan berakhir di level 5.000 sesaat sebelum masa pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. 

Penguatan IHSG yang lebih kecil adalah pada saat pemilu 2019, di mana IHSG bergerak menguat 4,60 persen. Masa kampanye menjelang pemilu 2019, IHSG berada di level 6.300an dan berhasil parkir di atas 6.500. namun IHSG sempat anjlok hingga di bawah 5.900 pada akhir Mei 2019. IHSG kembali menguat jelang penetapan pemenang pemilu. 

Historis IHSG yang menguat pada saat pemilu juga disebut akan kembali terjadi di pemilu 2024. David menyebutkan jika pada saat Pemilu uang beredar di masyarakat menjadi lebih banyak. Biaya pemilu secara keseluruh tercatat sebesar Rp119 triliun. 

Meski demikian, David menyampaikan bahwa faktor perekonomian dan kebijakan pemerintah yang diterapkan juga akan berpengaruh pada pergerakan indeks saham. Dengan anggaran sebesar Rp199 triliun pasti akan terjadi belanja barang dan jasa yang merata di seluruh negeri. 

“Baik partai, caleg, capres, cagub, cabup, cawakot dll pasti akan belanjakan dananya untuk kampanye. Dan dari sini diharapkan perekonomian akan berputar,” ungkap David.

Prediksi IHSG tersebut diiringi dengan rekomendasi sektor yang dianggap akan diuntungkan selama pemilu. Sektor yang diuntungkan adalah sektor domestic oriented seperti konsumsi. Kemudian ada pula sektor pariwisata dan hotel karena banyak pertemuan yang akan dilakukan oleh para praktisi politik.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper