Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rights Issue PANI dan Gelimang Cuan Kongsi Aguan-Salim

Emiten Aguan dan Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua gencar lakukan ekspansi. Terbaru, PANI berencana menggelar rights issue untuk mengakuisisi 7 perusahaan.
Dionisio Damara Tonce,Ibad Durrohman
Jumat, 15 September 2023 | 07:30
Emiten Sugianto Kusuma alias Aguan dan Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua  gencar lakukan ekspansi. Terbaru, PANI berencana menggelar rights issue untuk mengakuisisi 7 perusahaan.
Emiten Sugianto Kusuma alias Aguan dan Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua gencar lakukan ekspansi. Terbaru, PANI berencana menggelar rights issue untuk mengakuisisi 7 perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan dan Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) bakal melaksanakan rights issue untuk pendanaan akuisisi 7 perusaahaan senilai Rp9,4 triliun. Perseroan pun akan akan meminta restu investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang di gelar hari ini, Jumat (15/9/2023) di Jakarta.

PANI akan menerbitkan 8 miliar saham baru atau setara 37,16 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham. Adapun harga pelaksanaan belum ditentukan.

PT Multi Artha Pratama sebagai pemegang saham utama Perseroan yang memiliki 88,07 persen saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II sebanyak-banyaknya 7.045.744.298 HMETD, yang akan disetorkan dalam bentuk uang.

Dana hasil right issue tersebut akan dipergunakan antara lain untuk mengakuisisi 7 perusahaan, yakni PT Bumindo Mekar Wibawa (BMW), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), PT Jaya Indah Sentosa (JIS), PT Kemilau Karya Utama (KKU), PT Karunia Utama Selaras (KUS), PT Sumber Cipta Utama (SCU), PT Sharindo Matratama (SHM).

Manajemen PANI menjelaskan langkah tersebut bertujuan memperluas skala proyek perseroan di PIK 2. Oleh karena itu, perusahaan yang dinakhodai langsung oleh Aguan ini akan melakukan penyertaan atas saham baru yang dikeluarkan oleh ketujuh perusahaan.

Adapun seluruh perusahaan yang bakal diakuisisi oleh PANI bergerak di bidang real estat dan memiliki sejumlah lahan di PIK 2. Oleh karena itu, selain memperluas skala proyek, akuisisi tersebut dinilai mampu menciptakan sinergi bisnis yang optimal.

“Tentunya hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk mendukung pertumbuhan pendapatan perseroan ke depan, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tulis penjelasan manajemen PANI yang dirilis dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (15/9/2023).

Untuk mengakuisisi tujuh perusahaan tersebut, PANI perlu menggelontorkan dana sebesar Rp9,4 triliun. Adapun ekuitas perseroan sampai dengan akhir Juni lalu tercatat sebesar Rp7,96 triliun. Artinya, nilai transaksi itu mencapai 118,05 persen dari total ekuitas PANI, sehingga perseroan memandang perlu untuk melakukan aksi penambahan modal tersebut.

Rights Issue PANI dan Gelimang Cuan Kongsi Aguan-Salim

Dalam beberapa waktu belakangan, PANI memang tengah gencar melakukan serangkaian ekspansi untuk menggenjot kinerja keuangan perseroan.

Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma atau Aguan menyatakan perseroan telah menyiapkan strategi usaha untuk mencapai tujuan jangka menengah dan panjang untuk 5 tahun ke depan.

Sebagai tonggak awal, Aguan menuturkan PANI telah mengakuisisi lahan strategis seluas 762 hektare yang terletak di PIK 2 pada 2022. Perseroan juga berkomitmen mengupayakan agar target prapenjualan tahun 2023 terpenuhi 100 persen hingga akhir tahun.

“Saya mendorong terus inovasi cemerlang untuk menciptakan pasar yang optimal di PIK 2 dan profitabilitas yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen,” ujarnya belum lama ini.

Melalui upaya itu, dia berharap para pemegang saham dapat melihat pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang berkelanjutan di tiap periode. 

“Dan saya sangat optimistis dengan prospek bisnis PANI ke depan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum,” katanya.

Wakil Direktur Utama PANI Alexander Halim Kusuma menambahkan, pihaknya juga akan meluncurkan beberapa hotel baru yang ditargetkan terealisasi pada 2025. Adapun sejauh ini PIK 2 mengelola hampir 20 hotel.

“Ada beberapa hotel yang lagi upcoming. Saya tidak tahu sudah sign atau tanda tangan sama siapa, tapi pasti sudah ada 3 hotel yang akan dibangun di sana [PIK 2],” ujar Alexander.

Lebih lanjut, dia mengatakan PANI akan lebih fokus untuk menggarap produk perumahan residensial termasuk untuk produk rumah residensial komersial. PANI juga berencana untuk membangun rumah milenial dengan harga yang lebih terjangkau.

Akan tetapi, dia masih enggan untuk menyebutkan apa saja produk unggulan dari PANI. Hal ini lantaran pihak PANI masih mematangkan setiap portofolio yang dimilikinya sebelum dipasarkan.

“Terus terang itu masih digodok. Belum di market,” tuturnya.

Dia pun optimistis PANI dapat mencatatkan kinerja yang moncer meski dihadapkan situasi seperti Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Menurutnya, Agung Sedayu Group (ASG) selaku salah satu induk PANI sudah terbiasa dengan siklus dari Pemilu 2024.

Kinerja PANI

Sampai dengan akhir Juni 2023, PANI mencetak pendapatan Rp1,24 triliun atau naik 25,5 kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar Rp46,73 miliar. Hal ini didorong oleh penjualan properti yang saat ini menjadi lini bisnis utama perseroan.

Manajemen menjelaskan sejak 2022, PANI bertransformasi menjadi pengembang properti yang fokus di Pantai Indah Kapuk 2, dengan orientasi segmen pasar menengah dan menengah ke atas.

Dengan hasil pendapatan tersebut, PANI mengantongi laba sebesar sebelum pajak penghasilan sebesar Rp563,07 miliar, dengan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp211,06 miliar sepanjang semester I/2023.

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk ini meningkat hingga 22.084 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp960,9 juta, sebelum PANI berganti bisnis dan pemilik.

Di sisi lain, PANI mampu mencetak prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp1,1 triliun pada semester I/2023. Jumlah ini memenuhi 53 persen dari target yang ditetapkan sepanjang 2023, yakni Rp2,1 triliun diikuti dengan target pertumbuhan sebesar 12 persen.

Capaian prapenjualan sebagian besar disumbangkan oleh kavling tanah komersial, produk-produk komersial termasuk ruko dan rukan, SOHO, gudang, serta diikuti penjualan residensial.

Sementara itu, kinerja PANI pada kuartal II/2023 mencapai Rp602 miliar. Perolehan tersebut menggambarkan pertumbuhan sebesar 13 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).

Cuan Kongsi Aguan-Salim dari Lonjakan Saham PANI

Di lantai bursa, saham PANI pada perdagangan Kamis (14/9/2023), terpantau melonjak 9,37 persen menyentuh level Rp4.130 per lembar. Adapun secara year-to-date (YtD) saham PANI telah meroket 334,74 persen dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp55,88 triliun.

Jika menarik mundur ke belakang saat pertama kali kongsi Aguan-Salim masuk pada saham PANI di awal Oktober 2021, kenaikan saham tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 2.403 persen dari harga pembelian awal senilai Rp165 per saham.

Sebagai infromasi, kepemilikan Aguan dan Grup Salim pada PANI adalah lewat perusahaan PT Multi Artha Pratama (MAP). Kala itu PT MAP mengakuisisi 328 juta saham PANI atau 80 persen dengan nilai transaksi Rp54,12 miliar (Rp165 per saham) pada 7 Oktober 2021.

Rights Issue PANI dan Gelimang Cuan Kongsi Aguan-Salim

PT MAP diketahui dimiliki oleh PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya (TMJ)dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen. Adapun, 99,99 persen saham PT TMJ dimiliki oleh Hindarto Budiono yang terafiliasi dengan Grup Salim.

Berdasarkan data RTI Business per 31 Agustus 2023, PT MAP tercatat sebagai pengendali PANI dengan mengempit 11,91 miliar saham atau setara dengan 88,07 persen. Sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat (Non Warkat-Scripless) sebanyak 1,61 miliar lembar atau setara dengan 11,93 persen.

Jika mengacu pada harga perdagangan Kamis (14/9) Rp4.130 per lembar, dapat diestimasikan floating profit kongsi Aguan-Salim itu pada saham PANI sekurang-kurangnya mencapai Rp47,24 Triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper