Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Siap Balik ke 7.000, Taruhan The Fed Hentikan Kenaikan Suku Bunga

IHSG hari ini berpotensi menguat pada kisaran 6.889-7.023, setelah rilis data inflasi AS memperkuat spekulasi The Fed menghentikan kenaikan suku bunganya.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang menguat setelah bursa saham Amerika Serikat di Wall Street ditutup beragam lantaran data inflasi AS untuk Agustus 2023 kembali naik. 

Kemarin (13/9/2023), IHSG ditutup menguat sebesar 1 poin atau 0,02 persen ke level 6.944. Sektor energi menanjak 0,89 persen yang merupakan sektor dengan penguatan paling tinggi. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.909–6.958. Data terbaru inflasi AS menjadi salah satu sentimen penggerak IHSG hari ini. 

Inflasi AS untuk Agustus 2023 naik secara bulanan dari sebelumnya 0,2 persen menjadi 0,6 persen, dan secara tahunan (year-on-year/YoY) naik dari sebelumnya 3,2 persen menjadi 3,7 persen. Meskipun inflasi secara keseluruhan mengalami kenaikkan, inflasi inti YoY mengalami penurunan dari sebelumnya 4,7 persen menjadi 4,3 persen. 

“Tentu hal ini mampu membuat kabar menjadi lebih baik, setidaknya untuk saat ini agar situasi dan kondisi tidak terlalu panas untuk The Fed menaikkan tingkat suku bunga,” kata Nico dalam risetnya, Kamis (14/9/2023). 

Adapun kenaikan tajam pada inflasi datang dari kenaikkan harga bensin sebesar 10,6 persen secara musiman, didukung oleh kenaikkan minyak global, sehingga memberikan kontribusi sekitar 27 bps terhadap inflasi AS secara umum. Namun apabila dihitung dengan melakukan penyesuaian non musiman, maka harga bensin AS naik hampir 6,7 persen. 

Nico menambahkan data inflasi umum AS yang mengalami kenaikkan tentu tidak diharapkan, apalagi disebabkan naiknya harga bensin. Inflasi inti memang mengalami penurunan, namun masih belum cukup.

“Meskipun demikian, data inflasi terbaru AS ini belum dapat dikatakan buruk sepenuhnya, karena ada kabar baik di dalamnya. Oleh sebab itu, The Fed masih akan membutuhkan beberapa data lagi sebagai pendukung kebijakan moneternya,” jelas dia. 

Secara terpisah, analis Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan rentang konsolidasi wajar masih akan dilalui oleh IHSG mengingat secara year-to-date tercatat capital outflow investor asing.

Di sisi lain, kinerja emiten masih menunjukkan perbaikan serta rilis data perekonomian masih menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan stabil sehingga untuk jangka menengah hingga panjang IHSG masih berpotensi kembali naik.

William memprediksi IHSG hari ini berpotensi menguat pada kisaran 6.889-7.023. Adapun saham-saham yang menjadi rekomendasi adalah KLBF, BBCA, BBNI, JSMR, TLKM, PWON, TBIG, WIKA, dan ASRI. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper