Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ditutup melemah ke posisi Rp15.295 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (25/8/2023).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,32 persen ke Rp15.295 per dolar AS. Senasib dengan rupiah, mayoritas mata uang lain di kawasan Asia juga harus ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Misalnya seperti yen Jepang yang ditutup melemah 0,14 persen ke 146,04.
Kemudian ada won Korea yang nilai tukarnya terhadap dolar AS menurun sekitar 0,22 persen, baht Thaild yang turun 0,4 persen, ringgit Malaysia turun 0,04 persen, yuan China turun 0,13 persen.
Selanjutnya adalah dolar Taiwan yang turun 0,16 persen, dolar Hongkong yang melemah 0,01 persen, dan rupee India yang anjlok 0,13 persen.
Sebaliknya, dua jenis mata uang yang berhasil ditutup menguat pada hari ini adalah dolar Singapura yang mencatat kenaikan sebesar 0,01 persen serta peso Filipina yang mencatat penguatan sebesar 0,35 persen.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya mengatakan bahwa dolar AS terdorong setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pada minggu lalu.
Baca Juga
Pengumuman data terbaru ini menambah serangkaian rilis ekonomi yang berhasil membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap resesi AS.
Kendati demikian, hal tersebut belum berhasil memengaruhi tingkat inflasi yang hingga saat ini masih berada di atas target The Fed, yang memunculkan adanya potensi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun nanti.