Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Dibuka Melemah ke 6.895 Jelang Pengumuman Nota Keuangan 2024

IHSG dibuka melemah ke 6.895 pada perdagangan hari ini, Kamis, (10/8/2023) bertepatan dengan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2024 oleh Presiden Joko Widodo.
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA —  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke 6.895 pada perdagangan hari ini, Kamis, (10/8/2023) bertepatan dengan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2024 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan anggota parlemen siang ini.

Berdasarkan data RTI pukul 09.01 WIB, IHSG terkoreksi 0,28 persen atau 19,39 poin ke level 6.886,45 pada awal perdagangan. IHSG bergerak pada rentang 6.891,07 sampai 6.915,10.

Tercatat, 132 saham menguat, 140 saham melemah, dan 240 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau menjadi Rp10.117 triliun.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terpantau paling laris diperdagangkan dengan frekuensi 2.318 kali dan nilai transaksi tembus Rp101,5 miliar. Meski demikian, saham terpantau melemah 1,72 persen ke level Rp95.700 per saham.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga laris diperdagangkan dengan frekuensi 1.379 kali dan nilai transaksi mencapai Rp94,5 miliar. Saham BBRI melemah 0,45 persen ke level Rp5.550 per saham.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga terpantau laris diperdagangkan dengan frekuensi transaksi sebanyak 972 kali, dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar. Saham BBCA juga terkoreksi 0,54 persen ke level Rp9.250 per saham.

Adapun saham GOTO terpantau menguat di zona hijau dengan naik 1,03 persen ke posisi Rp98 per saham. Saham PGAS juga terpantau naik 5 poin ke level Rp1.465.

Sementara saham yang turun paling dalam atau top losers pada pagi ini antara lain, WGSH yang ambles 9,50 persen ke posisi Rp162, disusul saham MSIE yang juga ambles 9,09 persen ke posisi Rp60 dan saham FOLK yang terkoreksi 5 persen atau 4 poin ke level Rp76.

Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan pada perdagangan kemarin, Selasa, (15/8/2023), IHSG menguat ke 6.915 disertai dengan munculnya volume pembelian. Diperkirakan, pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi terlebih dahulu dengan area koreksi terdekat berada rentang 6.863-6.888 untuk membentuk bagian awal wave v.

"Namun demikian, tetap cermati support di 6.834, apabila kembali tertembus, maka IHSG akan menuju ke rentang area 6.793-6.800," ujar Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset pada Rabu, (16/8/2023).

Pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi memiliki level support di 6.834, dan 6.798 sementara itu level resistance di 6.934, dan 6.966.

Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan beberapa sentimen akan memengaruhi pergerakan IHSG hari ini, baik dari domestik maupun sentimen global.

Dari sentimen dalam negeri, surplus neraca perdagangan Indonesia turun menjadi US$1,31 miliar pada Juli 2023 dari US$4,22 miliar pada bulan yang sama tahun 2022, dan di bawah perkiraan pasar surplus sebesar US$2,53 miliar.

"Selama tujuh bulan pertama tahun 2023, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$21,23 miliar," ujar Ratih dalam riset harian, Rabu, (16/8/2023).

Sementara itu, dari mancanegara, ekspektasi inflasi konsumen di Amerika Serikat (AS) untuk tahun 2024 turun menjadi 3,5 persen pada Juli 2023 dari 3,8 persen pada Juni 2023. Ini merupakan ekspektasi inflasi konsumen terendah di AS sejak April 2021.

Penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2024 oleh Presiden Joko Widodo

Sebagai informasi, pidato kenegaraan akan disampaikan Jokowi dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga akan menyampaikan pidato tentang penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara sekitar pukul 10.16 WIB.

Selain itu, Jokowi juga akan menyampaikan pidato tentang Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2024 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya pada pukul 13.50-14.35 WIB. Pidato akan disampaikan Kepala Negara sebagai pembuka Sidang Paripurna DPR RI.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengingatkan bahwa tahun depan atau 2024, akan banyak tantangan besar mulai dari tekanan global hingga adanya kontestasi politik.

Untuk itu, dia menekankan peran kebijakan fiskal pada 2024 akan menjadi sangat penting untuk merespon tekanan ekonomi global yang sudah mulai terasa di pertengahan 2023. Tercatat kinerja perdagangan luar negeri Indonesia terus mengalami penyusutan surplus dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, Faisal mengingatkan melemahnya ekspor dan turunnya surplus tersebut bahkan mengancam penerimaan negara.

“Dari sisi pertumbuhan, yang perlu dijaga tentu saja bagaimana menjaga dari sisi konsumsi masyarakat untuk tetap, paling tidak stabil, bahkan kalau bisa mengalami peningkatan,” ujarnya kepada Bisnis, Dikutip Rabu (16/8/2023).

Dalam pemerintahan terakhir Jokowi, belanja (spending) APBN perlu diarahkan dalam program-program yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat, namun bukan sekadar bantuan sosial (bansos).

Menurut Faisal, bukan juga susidi BBM, LPG, hingga listrik, namun penciptaan lapangan pekerjaan yang berkorelasi dengan penguatan daya beli masyarakat menengah ke bawah. Harapannya, ketika ekonomi domestik bergerak karena masih relatif kuat, akan menyelamatkan dari melemahnya permintaan ekspor.

Sementara dari sisi politik, penting juga bagi Jokowi untuk menjaga stabilitas politik yang berkorelasi dengan ekonomi, saat berlangsungnya pesta demokrasi.

“Mau tidak mau kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi, harga barang, terutama pangan menjadi sangat penting dalam masa tersebut,” tambahnya.

Bukan besaran bantuan yang menjadi penting, namun arah program yang tepat menjadi kunci untuk mempertahankan kesatabilan politik dan ekonomi tersebut.

Meski 2024 adalah APBN terakhir Jokowi yang bertepatan dengan akhir dari RPJMN 2020-2024, sehingga pemerintah wajib menghasilkan legasi pembangunan dalam 5 tahun terakhir.

Selain itu, tahun politik juga dapat berpotensi mengerem investasi dan ekspor meskipun pemilu mendorong konsumsi naik.

Sementara itu, pemerintah memiliki mitigasi risiko yang cukup kuat untuk merespons kejadian yang menyerupai pandemi Covid-19 pada tahun depan, yakni melalui Omnibus Law keuangan yang mengatur pengelolaan keuangan negara ketika terjadi krisis serta optimalisasi dana cadangan dan sisa anggaran lebih (SAL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper