Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup UNTR Bareng Sumitomo-Hitachi Garap Proyek PLTSa Legok Nangka

Grup UNTR, PT Energia Prima Nusantara (EPN), bersama dengan konsorsium dari Jepang siap menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Grup UNTR, PT Energia Prima Nusantara (EPN), bersama dengan konsorsium dari Jepang siap menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Grup UNTR, PT Energia Prima Nusantara (EPN), bersama dengan konsorsium dari Jepang siap menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Bisnis.com, JAKARTA - Grup PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Energia Prima Nusantara (EPN), bersama dengan konsorsium dari Jepang siap menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Konsorsium yang terdiri dari Sumitomo Corporation, PT Energia Prima Nusantara (EPN), dan Hitachi Zozen Corporation, berhasil memenangkan lelang di acara West Java Investmen Summit, untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam proyek Pembangunan Infrastruktur Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.

Melalui kemitraan ini, konsorsium bersama Pemerintah Provinsi Jawa barat, menggunakan skema kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan target penanganan 2.000 ton sampah per hari.

Program kemitraan ini bertekad untuk berkontribusi dalam proses percepatan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Indonesia. Pembangunan fasilitas infrastruktur pembangkit listrik ini, diharapkan lancar dan segera membawa manfaat bagi negara dan masyarakat Indonesia.

Achmad Rizal Roesindrawan, Direktur Pengembangan Bisnis EPN, mengatakan sebagai salah satu pilar utama dalam upaya pengembangan energi terbarukan Grup UNTR, EPN senantiasa berupaya sungguh-sungguh untuk mendukung percepatan pengembangan energi terbarukan serta berperan aktif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan misi dari kepala perusahaan EPN, PT United Tractors Tbk. (UNTR), yakni UT 2030 Sustainability Aspirations dan semangat Moving as One, UT Group akan terus mengupayakan penerapan prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan melalui implementasi aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG)," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (16/8/2023).

Selain konsorsium yang dipimpin oleh Sumitomo Corporation, Proyek Legok Nangka ini juga telah didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) terhitung sejak 2019. JICA telah mengembangkan proyek kerjasama Pemerintah dengan KPBU Waste to Energy pertama yang bersifat bankable (menguntungkan investasi) di Indonesia, khususnya bagi Pemerintah Provinsi Jawa barat.

Transaction Advisory Service dibawah naungan JICA berperan dalam membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam perencanaan, penyusunan, dan perumusan proyek Legok Nangka. JICA bertekad mendukung proyek ini hingga mencapai kesepakatan finansial (financial close) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dengan proyek ini, diharapkan dapat mengatasi pengelolaan limbah yang besar, khususnya di Provinsi Jawa Barat, serta mendukung misi dekarbonisasi Pemerintah Indonesia dalam mencapai nol emisi atau net zero emission tahun 2060.

Sebagai informasi, PT Energia Prima Nusantara (EPN) yang berdiri pada tahun 2014, merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang beroperasi dalam lini bisnis Astra Heavy Equipment Mining Construction & Energy (AHEMCE). Sejak tahun 2018, EPN telah berfokus pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Saat ini EPN telah memiliki portofolio bisnis energi hijau berupa distribusi dan instalasi rooftop solar photovoltaic, pembangkit listrik minihidro, dan akan terus mengembangkan sektor energi terbarukan lainnya.

EPN mengakselerasi perkembangan unit bisnisnya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap (rooftop solar photovoltaic) pada Grup Astra dan Grup UT dimana terdapat pipeline sebesar 89 MWp yang akan diimplementasikan hingga tahun 2025.

Melalui anak perusahaannya, PT Bina Pertiwi Energi, EPN sedang mengerjakan proyek pembangunan PLTMH Besai Kemu di Lampung dengan kapasitas 7 MW yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV/2023.

Selain itu, EPN melalui PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), entitas dengan kepemilikan sebesar 31,49 persen, secara aktif melakukan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) di berbagai daerah, termasuk PLTMH Cikopo di Garut dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTMH Tomasa di Sulawesi Tengah dengan kapasitas 10 MW.

Saat ini, Arkora juga sedang membangun dua PLTMH lainnya, yaitu PLTMH Koro Yaentu berkapasitas 10 MW dan PLTMH Kukusan berkapasitas 5,4 MW yang masing-masing diharapkan akan beroperasi pada tahun 2024 dan 2025. (Muhammad Omar Adobaskoro)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper