Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Gudang Garam Mengepul saat Laba Melonjak, Cek Rekomendasi GGRM

Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melesat seiring dengan lonjakan laba pada semester I/2023.
Komisaris Utama Gudang Garam (GGRM) Juni Wonowidjojo. Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melesat seiring dengan lonjakan laba pada semester I/2023.
Komisaris Utama Gudang Garam (GGRM) Juni Wonowidjojo. Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melesat seiring dengan lonjakan laba pada semester I/2023.

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melesat seiring dengan lonjakan laba dalam laporan keuangan semester I/2023.

Pada perdagangan Senin (31/7/2023) pukul 09.01 WIB, saham GGRM naik 325 poin atau 1,16 persen menjadi Rp28.245. Kapitalisasi pasarnya Rp54,69 triliun dengan valuasi PER 6,96 kali. 

Laba Gudang Garam melesat 243,90 persen menjadi Rp3,28 triliun pada semester I/2023. Penurunan beban pokok penjualan dan kenaikan pendapatan memicu kenaikan laba GGRM.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2023 di Harian Bisnis Indonesia, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih GGRM pada semester I/2023 berada di atas capaian semester I/2022 sebesar Rp956,14 miliar.

Lonjakan bottom line GGRM terjadi di tengah penurunan pendapatan 9,43 persen year on year (YoY). Gudang Garam mengantongi pendapatan Rp55,85 triliun pada Januari—Juni 2023, lebih rendah dibandingkan dengan Rp61,67 triliun pada periode yang sama di 2022.

Di tengah penurunan pendapatan, Gudang Garam milik konglomerat Susilo Wonowidjojo itu melaporkan penurunan biaya pokok penjualan sebesar dari Rp56,53 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp47,91 triliun pada semester I/2023. Hal ini membuat laba bruto GGRM naik menjadi Rp7,93 triliun per Juni 2023 dibandingkan dengan sebelumnya Rp5,13 triliun.

Saham Gudang Garam Mengepul saat Laba Melonjak, Cek Rekomendasi GGRM

Susilo Wonowidjojo, Presiden Direktur PT Gudang Garam Tbk. (GGRM)

Posisi aset GGRM pada akhir semester I/2023 adalah sebesar Rp84,85 triliun, turun daripada akhir 2022 sebesar Rp88,56 triliun. Penurunan aset terutama dipicu oleh turunnya persediaan dari Rp47,63 triliun di akhir 2022 menjadi Rp41,73 per Juni 2023.

Sementara itu, total liabilitas GGRM turun menjadi Rp26,02 triliun di pengujung Juni 2023 dibandingkan dengan posisi akhir 2022 sebesar Rp30,70 triliun. Berkurangnya utang cukai, PPN, dan pajak rokok menjadi penyebab penurunan liabilitas GGRM.

Adapun ekuitas Gudang Garam naik menjadi Rp58,83 triliun dari Rp57,85 triliun per 31 Desember 2022. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya saldo laba yang belum dicadangkan dari Rp57,65 triliun menjadi Rp56,67 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi atas sejumlah indeks, termasuk Indeks LQ45. Penerapan indeks baru berlaku pada Agustus 2023 sampai dengan Januari 2024.

Saham rokok GGRM milik konglomerat Susilo Wonowidjojo dengan rasio free float 17,16 persen masuk Indeks LQ45, dan memiliki bobot 0,51 persen terhadap indeks. Di sisi lain, saham ritel MAPI dengan rasio free float 48,64 memiliki bobot 0,83 persen terhadap Indeks LQ45.

“Konstituen yang keluar dari perhitungan Indeks LQ45 adalah JPFA dan TINS,” tulis penjelasan Bursa dalam pengumumannya, Selasa (25/7/2023).

REKOMENDASI SAHAM GGRM

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan kondisi makro ekonomi yang inklusif dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif stabil menurutnya dapat menguntungkan kinerja emiten. 

Nafan juga menyebut faktor stabilitas politik dan keamanan juga berpengaruh terhadap kinerja emiten LQ45, termasuk di dalamnya GGRM.

"Kita akan melakukan pemilu tahun depan dan kampanye Oktober. Ini bisa memberikan kepastian bagi investor untuk meningkatkan minat investasi dan mendorong penguatan indeks," tuturnya. 

Dia menuturkan investor akan mencermati utamanya dua sentimen, yakni fundamental makro ekonomi domestik, hingga fundamental perusahaan. Menurutnya kedua sentimen tersebut masih memiliki prospek yang positif untuk saat ini, baik secara teknikal maupun fundamental.

Adapun untuk saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45, yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), Nafan menyarankan untuk akumulasi dengan target price pada Rp30.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper