Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab Waskita (WSKT) Keluar dari Saham BUMN Pilihan IDX BUMN20

Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) keluar dari daftar saham BUMN pilihan, IDX BUMN20 di tengah suspensi saham oleh Bursa.
Menteri BUMN Erick Thohir. Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) keluar dari daftar saham BUMN pilihan, IDX BUMN20 di tengah suspensi saham oleh Bursa. /Bisnis-Rika A.
Menteri BUMN Erick Thohir. Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) keluar dari daftar saham BUMN pilihan, IDX BUMN20 di tengah suspensi saham oleh Bursa. /Bisnis-Rika A.

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) keluar dari daftar saham BUMN pilihan, IDX BUMN20. Saham WSKT digantikan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (JKON).

Keluarnya WSKT dari daftar saham BUMN pilihan tak lepas dari suspensi sahamnya sejak 8 Mei 2023. Alhasil saham WSKT belum bisa diperdagangkan hingga hari ini, dan kemudian terdepak dari daftar IDX BUMN20.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebetulnya mempertimbangkan pencabutan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham emiten BUMN konstruksi WSKT. Namun pencabutan hanya akan dilakukan jika WSKT telah menyelesaikan permasalahan yang memicu suspensi.

Sebagaimana diketahui, suspensi saham WSKT telah berjalan sejak sesi I perdagangan Senin (8/5/2023). Penghentian perdagangan saham WSKT di seluruh pasar dilakukan karena penundaan pembayaran bunga ke-11 atas Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 yang jatuh tempo pada 6 Mei 2023. Pembayaran seharusnya pada 8 Mei 2023.

Manajemen Waskita menjelaskan bahwa penundaan pembayaran disebabkan oleh tidak tercapainya persetujuan dari Pemegang Obligasi PUB IV Tahap I Tahun 2020 seri B atas permohonan untuk menunda Pembayaran Bunga semula pada 6 Mei 2023 menjadi 6 Agustus 2023 dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 3 Mei 2023.

Selain itu, WSKT saat ini berada pada masa standstill hingga 15 Juni 2023. Standstill merupakan bentuk equal treatment yang memberikan waktu bagi WSKT melakukan preservasi kas untuk operasi dalam rangka Master Restructuring Agreement (MRA).

Akibatnya, WSKT tidak dapat melakukan pembayaran apapun selama periode tersebut, termasuk melakukan pembayaran bunga dan/atau pokok atas kewajiban keuangan terhadap seluruh pemegang obligasi dan pemberi pinjaman perbankan.

“Dengan demikian, sampai dengan selesainya proses review MRA, Waskita belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran bunga obligasi yang menjadi penyebab suspensi. Bursa akan mempertimbangkan untuk melakukan pencabutan atas suspensi saham WSKT dalam hal Waskita telah menyelesaikan seluruh permasalahan yang menyebabkan suspensi,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Jumat (12/5/2023).

Nyoman Yetna mengatakan bahwa otoritas Bursa telah meminta Waskita Karya untuk menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik mengenai upaya perbaikan yang sedang dan akan dilakukan. Hal ini termasuk perkembangan terkini atas kondisi operasional, proses review MRA, dan rencana restrukturisasi utang yang ditempuh WSKT.

IDX BUMN20

Terkini, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi indeks. Salah satunya IDX BUMN20, yang memasukkan nama baru JKON, dan mendepak saham WSKT.

"Periode efektif indeks baru pada 3 Agustus 2023 sampai dengan 2 Februari 2024," jelas BEI dalam pengumumannya.

Pada penutupan perdagangan Kamis (27/7/2023), IHSG berada di level 6.896,66. Sepanjang 2023, IHSG naik 0,67 persen. Sementara itu, IDX BUMN 20 berada di level 405,24. Sepanjang tahun berjalan IDX BUMN 20 naik 0,59 persen.

Berikut daftar saham IDX BUMN 20 terbaru.

  • ADHI
  • AGRO
  • ANTM
  • BBNI
  • BBRI
  • BBTN
  • BJBR
  • BMRI
  • BRIS
  • ELSA
  • JKON (baru)
  • JSMR
  • MTEL
  • PGAS
  • PTBA
  • PTPP
  • SMGR
  • TINS
  • TLKM
  • WIKA

PROSPEK SAHAM KONSTRUKSI

Keluarnya WSKT dari daftar IDX BUMN 20 tak lepas dari prospek sektor konstruksi yang menantang pada tahun ini.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, mengatakan sektor konstruksi pada 2023 memang cukup menantang karena tersengat sejumlah faktor, mulai tingginya tingkat suku bunga hingga pilihan pembiayaan yang terbatas.

“Karena dari sisi suku bunga yang cukup tinggi, sehingga membuat beban bunga meningkat. Selain itu opsi pembiayaan juga semakin terbatas dengan kebijakan moneter yang ketat,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (24/7/2023).

Selain itu, kehadiran warsa politik yang berlangsung sejak tahun ini dan bakal berlanjut hingga 2024 juga menjadi salah satu faktor penghambat.

Menurut Martha, keberadaan tahun politik membuat pemilik kontrak cenderung wait and see, terutama pihak swasta yang akan lebih menahan diri hingga mendapatkan kepastian pada tahun depan.

Di sisi lain, meningkatnya anggaran infrastruktur dinilai dapat menjadi katalis positif bagi sektor ini. Menyitir laporan Data Indonesia, pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp392 triliun di dalam APBN 2023, meningkat 7,75 persen dari tahun lalu.

“Saya melihat sektor ini menarik dilirik untuk tahun depan, seiring rencana infrastruktur dan pemerintah yang baru. Namun, untuk semester dua, diperkirakan pergerakan harganya terbatas,” tutur Martha.

___

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper