Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Resmi Tercatat di Papan Utama, Saham AMMN Naik ke Rp1.720

Saat bel perdagangan dibuka, saham AMMN naik 1,47 persen ke posisi Rp1.720 per saham dari harga IPO-nya yaitu Rp1.695 per saham.
Jajaran direksi PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) dalam pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023)/Bisnis-Artha Adventy.
Jajaran direksi PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) dalam pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023)/Bisnis-Artha Adventy.

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) terpantau naik 1,47 persen ke posisi Rp1.720 pada hari perdananya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023). 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pukul 09.00 WIB saham AMMN naik 1,47 persen ke posisi Rp1.720 per saham dari harga IPO-nya yaitu Rp1.695 per saham.

Hingga pukul 09.01 WIB, sebanyak 74,54 juta saham telah ditransaksikan dalam 3.401 kali transaksi dengan total nilai Rp127,73 miliar. Kapitalisasi pasar juga melambung hingga Rp123,34 triliun. 

Sebelumnya dalam penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), AMMN menawarkan 6,32 miliar saham dengan harga yang dipatok sebesar Rp1.695 per saham. 

Alhasil dana IPO yang akan diperoleh AMMN adalah sebesar Rp10,73 triliun. Adapun penggalangan dana IPO tersebut akan digunakan untuk sejumlah proyek ekspansi.

Pertama, dana sebesar Rp1,79 triliun akan digunakan sebagai penyetoran modal kepada PT Amman Mineral Industri (AMIN) untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek smelter dan pemurnian logam mulia di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedua, dana sebesar Rp3,05 triliun akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Ketiga, sisa dana akan digunakan untuk penyetoran modal kepada AMNT untuk membiayai pengeluaran modal proyek ekspansi pabrik konsentrator dan proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap di KSB, Provinsi NTB.

Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana, yang merupakan salah satu penjamin pelaksana emisi efek, menyatakan bahwa terjadi kelebihan permintaan atau oversubscription dalam Penawaran Umum Perdana Saham AMMN yang terlihat dari proses penawaran umum yang berlangsung pada 3 Juli – 5 Juli 2023 lalu.
 
Minat investor dalam Penjatahan Terpusat (pooling) juga cukup tinggi, terlihat dari jumlah kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 13,6 kali dengan jumlah investor lebih dari 27.000 orang. 

Pooling size juga meningkat dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen dari seluruh jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO AMMN sebagai dampak dari oversubscription tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper