Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Targetkan Raihan Dana Jumbo, Bagaimana Pengaruh IPO PHE ke IHSG?

Porsi IPO PHE tidak akan berdampak besar pada IHSG jika saham yang ditawarkan kepada masyarakat hanya 10 persen.
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA -- Penawaran umum perdana atau IPO anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang digadang-gadang akan mendulang hasil raihan dana jumbo dan menjadi salah satu IPO terbesar. Namun, ternyata tak akan berdampak besar pada IHSG. 

Seperti diberitakan Bisnis sebelumnya, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, untuk pelaksanaan IPO PHE, masih dalam proses dengan Otoritas Jasa Keuangan, di antaranya memastikan dokumen registrasi pertama dan kedua, dan menunggu untuk registrasi selanjutnya. 

Dalam hal ini, Kementerian BUMN juga mengaku masih perlu berdiskusi dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai potensi pelepasan saham PHE ke publik di bawah 7,5 persen. Pasalnya, kapitalisasi pasar dari anak usaha Pertamina itu cukup besar dengan estimasi US$17-20 miliar. 

"Terutama karena ada batasan saat ini perusahaan publik harus 7,5 persen. Jadi nanti kita akan bicara dengan BEI dan OJK mengenai aturan tersebut mungkin nggak kalau misalnya tidak 7,5 persen," jelas Pahala. 

Di samping itu, BUMN telah menggandeng 5 joint lead underwriters asing maupun lokal yaitu Citibank, J.P Morgan, Credit Suisse, Mandiri Sekuritas, dan BRI Danareksa sebagai penasihat utama IPO. 

Sebelumnya, Pahala juga menuturkan bahwa PHE disebut bakal melepas porsi 5 hingga 10 persen saham kepada publik dalam penawaran umum saham perdana di BEI yang ditarget selesai akhir semester pertama 2023. 

Rencana bagian saham yang ditawarkan pada publik itu lebih rendah dari porsi saham yang sempat disampaikan Direktur Utama PHE Wiko Migantoro saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada 10 April 2023 lalu dengan target melepas hingga 15 persen sahamnya dalam penawaran umum perdana kepada publik. 

Dengan kapitalisasi pasar besar, rencana IPO PHE juga digadang-gadang akan menjadi hajatan terbesar pasar modal dengan estimasi penghimpunan dana hingga Rp30 triliun. Raihan dana ini akan mengalahkan IPO terbesar saat ini yang dipegang oleh PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang meraup dana Rp21,9 triliun.  

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto dalam analisanya mengungkapkan bobot PHE terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan besar. 

"Meski IPO PHE besar, kalau free floatnya hanya 10 persen menyebabkan bobot di IHSG juga kecil. Beda dengan GOTO yang porsi saham masyarakatnya bisa sampai lebih dari 60 persen,” katanya kepada Bisnis, dikutip Rabu (5/7/2023). 

Selain itu, jika PHE pada akhirnya IPO menjelang tahun politik, menurut Rudiyanto tidak akan banyak berpengaruh baik pada kinerja Perseroan maupun kinerja pasar modal. 

"Tahun politik atau tidak, harusnya tidak ada urusan, kalau IPO balik ke valuasi saja. Kalau terlalu mahal, potensi kenaikan terbatas. Tapi jika harga terlalu murah, bisa batal karena emiten tidak mau," jelasnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Inarno Djajadi juga mengabarkan bahwa sampai saat ini IPO PHE belum termasuk dalam daftar perusahaan yang antre IPO pada semester II/2023. Namun, diharapkan tetap bisa masuk ke lantai bursa tahun ini. 

"Jadi IPO PHE itu saat ini kami juga belum bisa memberikan secara detail karena masih dalam proses penelaahan di kami dan sekarang belum praefektif, tunggu saja semoga bisa masuk di tahun ini," katanya dalam paparan hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Selasa (4/7/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper