Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IDXINFRA Boncos pada Semester I/2023, Saham WSKT & WIKA Bikin Berat

Saham BUMN seperti MTEL, WSKT, dan WIKA menjadi saham yang paling menekan IDXINFRA.
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sektor infrastruktur yang tergabung dalam indeks sektoral IDXINFRA turun 2,09 persen hingga semester I/2023. Saham BUMN seperti MTEL, WSKT, dan WIKA pun muncul sebagai saham yang paling menekan IDXINFRA.

Berdasarkan data Bloomberg, dikutip Kamis (29/6/2023), saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) tercatat menekan sektor infrastruktur hingga 63,41 persen. Sepanjang semester I/2023, saham MTEL mengalami koreksi hingga 14,22 persen dan parkir di harga Rp665.

Pada urutan kedua terdapat emiten BUMN karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) yang menekan sektor infrastruktur hingga 62,45 persen. Saham WSKT pun telah terkoreksi hingga 43,89 persen dan berada di level Rp202 pada akhir perdagangan semester I/2023.

Adapun pada paruh pertama 2023, saham WSKT sudah dua kali mengalami suspensi. Pertama pada 16 Februari 2023, dan kedua pada 8 Mei 2023.

Di belakang WSKT terdapat saham emiten BUMN karya lainnya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang menekan sektor infrastruktur hingga 52,60 persen. Saham WIKA tercatat terkoreksi hingga 36,88 persen dan saat ini parkir di level Rp505.

Saham lainnya yang memberatkan sektor infrastruktur adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG). Saham TBIG memberatkan sektor infrastruktur hingga 48,95 persen dan mengalami koreksi 11,16 persen ke level Rp2.010 pada akhir perdagangan semester I/2023.

Kemudian terdapat emiten milik Jusuf Hamka, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) yang menekan hingga 46,24 persen sektor infrastruktur. Saham CMNP tercatat mengalami koreksi 21,46 persen dan berada di level Rp1.720.

Beberapa saham lainnya yang menekan sektor infrastruktur hingga lebih dari 10 persen adalah FREN, EXCL, PTPP, dan MORA. Masing-masing menekan hingga 27,20 persen, 26,52 persen, 19,12 persen, dan 13,27 persen.

Di sisi lain, PT Indosat Tbk. (ISAT) menjadi saham yang paling mendorong sektor infrastruktur hingga 167,10 persen. Akan tetapi saham ISAT terpantau melesat 44,33 persen ke level Rp8.625 pada semester I/2023.

Berikutnya terdapat emiten BUMN yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) yang menopang sektor infrastruktur hingga 110,12 persen. Sama halnya dengan ISAT, saham JSMR melesat 30,34 persen ke level Rp3.800 pada semester I/2023.

Saham lainnya yang menopang sektor infrastruktur lebih dari 10 persen adalah TLKM, SSIA, dan POWR. Masing-masing menopang hingga 45,30 persen, 38,66 persen, dan 10,43 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper