Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Golden Energy Mines (GEMS) Putuskan Tak Bagi Dividen Final Tahun Buku 2022

RUPST Golden Energy Mines (GEMS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen final untuk tahun buku 2022.
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS). RUPS memutuskan untuk tidak membagikan sisa dividen final tahun buku 2022. /goldenenergymines.com
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS). RUPS memutuskan untuk tidak membagikan sisa dividen final tahun buku 2022. /goldenenergymines.com

Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) emiten kontraktor tambang batu bara PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) memutuskan untuk tidak membagikan sisa dividen final tahun buku 2022.

Direktur Utama GEMS Bonifasius mengatakan pihaknya tidak membagikan sisa dividen final untuk tahun buku 2022. Menurutnya, GEMS telah membagikan dividen interim 4 kali untuk tahun buku 2022.

"Sisa dividen final kami gak bagi, karena kami sudah 4 kali membagikan dividen interim sebesar US$420 juta, jadi 65 persen dari total profit kami bagikan," kata Bonifasius, ditemui usai RUPST di Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Sebagai informasi, GEMS membagikan dividen interim sebanyak tiga kali untuk tahun buku 2022. Dividen pertama dibagikan pada 21 Juni 2022, dengan nilai US$120 juta atau setara US$0,020 per saham.

Lalu, dividen interim kedua dibagikan pada 21 September 2022 senilai US$200 juta, atau setara US$0,034 per saham. Dividen interim yang terakhir dibagikan GEMS adalah pada 17 November 2022, dengan nilai US$100 juta atau setara US$0,017 per saham.

Bonifasius menjelaskan sisa sekitar 30 persen dari laba bersih GEMS di tahun 2022 akan disimpan sebagai tambahan modal kerja GEMS. 

"Karena penjualan, modal kerja semakin besar dan sistemnya utang. Jadi kami perlu perputaran," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, GEMS mencatatkan pendapatan dari kontrak senilai US$2,91 miliar atau setara Rp45,16 triliun (kurs Jisdor Rp15.468 per dolar AS). Pendapatan ini meningkat 84,11 persen dibanding 2021 yang sebesar US$1,58 miliar.

Pendapatan GEMS ini sebagian besar ditopang oleh ekspor dengan total US$2,1 miliar. GEMS tercatat melakukan ekspor batu bara ke negara-negara Asia seperti China sebesar US$1,2 miliar, India US$514 juta, dan Korea US$107 juta.

Lalu Filipina US$78,6 juta, Thailand US$55,3 juta, Pakistan US$6,8 juta, dan Vietnam US$6,5 juta. Sementara itu, penjualan GEMS di Indonesia mencapai US$782,7 juta sepanjang 2022.

GEMS membukukan beban pokok pendapatan yang juga naik seiring peningkatan pendapatan. Beban pokok GEMS naik dari US$829 juta, menjadi US$1,6 miliar atau meningkat 93,62 persen secara tahunan atau year on year.

Meski demikian, GEMS masih mencetak peningkatan laba bruto sebesar US$1,31 miliar, naik 73,7 persen dibandingkan 2021 yang senilai US$756,7 juta.

GEMS membukukan peningkatan laba bersih 95,51 persen menjadi US$680,3 juta atau setara Rp10,5 triliun. Laba bersih ini meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar US$348 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper