Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Melemah ke 6.675, Saham GOTO dan VKTR Paling Laris

IHSG dibuka melamah 0,16 persen ke 6.675,40 pada perdagangan hari ini, Selasa (20/6/2023). Saham GOTO dan VKTR terpantau paling laris pagi ini.
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.675,40 pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini, Selasa (20/6/2023). Saham GOTO dan VKTR tercatat paling banyak diperdagangkan pada pembukaan hari ini.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG bergerak melemah 0,16 persen atau turun 10,65 poin ke level 6.675,40. Sebanyak 165 saham menguat, 112 saham melemah dan 237 saham jalan di tempat.

Satu menit setelah perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.672,0 hingga 6.692.,44. Tercatat sebanyak 291,19 juta saham diperdagangkan dengan nilai total transaksi Rp175,13 miliar dalam 26.038 kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga tercatat sebesar Rp9.494,44 triliun.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham yang paling banyak diperdagangkan pada pembukaan pasar sesi I ini di harga Rp117 per saham. Saham anyar Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) juga menjadi saham yang paling banyak di perdagangkan.

Sementara itu saham yang mengalami penguatan paling besar adalah PT Prydam Farma Tbk. (PYFA) yang naik 18,01 persen ke level Rp950 per saham. Kemudian disusul oleh saham PT SLJ Global Tbk. (SULI) dengan naik 8,04 persen ke level Rp121 per saham.

Selanjutnya ada saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk. (LAJU) dan saham PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) yang masing-masing naik 7,08 persen dan 6,82 persen.

Sebelumnya Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan pelaku pasar mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21-22 Juni 2023. RDG BI diperkirakan kembali mempertahankan sukubunga acuan di level 5,75 persen.

Akan tetapi, pasar perlu mencermati pandangan BI mengenai potensi fluktuasi nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek dan pengaruhnya terhadap arah kebijakan moneter BI di tahun 2023 ini.

Faktor lain yang mungkin mempengaruhi RDG BI adalah clue terbaru terkait kenaikan The Fed Rate di tahun 2023. Petunjuk terbaru dari The Fed bahwa kenaikan The Fed Rate mungkin tersisa hanya 2 kali lagi di tahun 2023, menyusul asumsi penurunan inflasi AS ke 3,3 persen yoy di tahun 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper