Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semacom (SEMA) Kantongi Proyek Rp175 Miliar dari Sektor PLTS dan Data Center

PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA) membidik proyek anyar bernilai Rp175 miliar dari sektor data center dan PLTS.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA) membidik proyek anyar bernilai Rp175 miliar dari sektor data center dan PLTS.

Direktur Utama Semacom Integrated Rudi Hartono mengatakan memiliki beberapa kesepakatan kerjasama dengan beberapa industri besar. Misalnya, Project PLTS di Semarang dengan kapasitas diatas 7 Mega Watt dengan perkiraan nilai kontrak kerjasama Rp70 miliar, Project Tower Lamp 300 dengan nilai kontrak kerjasama Rp. 60 miliar, dan proyek kerjasama dengan industri besar lainnya dengan nilai kontrak kerjasama Rp. 45 miliar.

Dengan begitu total proyek yang saat ini dikantongi mencapai Rp175 miliar. “Kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan besar ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan laba SEMA ke depan yang sempat menurun pada 2022 akibat pandemi, dan semakin memperkuat komitmen Perseroan untuk berfokus di ceruk pasar energi baru terbarukan (EBT) dan data center,” katanya dalam keterangan resmi Jumat (16/6/2023).

Dia menambahkan kerja sama pembuatan dan perakitan mesin Electric Vehicle (EV) Charging  diproyeksikan juga akan menambah pendapatan usaha SEMA. Menurutnya Pemerintah Indonesia tengah serius dalam mendorong kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini tengah dikembangkan Perseroan.

Sebagai informasi, target kebutuhan SPKLU sendiri diproyeksikan tumbuh sebesar 31.859 unit SPKLU pada tahun 2030. Rudi optimistis terdapat potensi proyek untuk Perseroan bisa bermain di ceruk pasar SPKLU dan EV Charging.

Sementara itu, SEMA mengalami penurunan pendapatan akibat Pandemi Covid -19 dengan hanya membukukan pendapatan sebesar Rp149,73 miliar turun 24 persen dibandingkan pendapatan tahun 2021.

Menurutnya penurunan pendapatan tersebut akibat adanya pembatasan kegiatan yang diberlakukan oleh pemerintah. “Perseroan masih tetap optimis pendapatan di tahun 2023 akan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian, project yang kembali berjalan, dan lini bisnis baru di bidang komponen baterai lithium dan PLTS masih berkontribusi pada pendapatan Perseroan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper