Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mitrabara Adiperdana (MBAP) Bagi-bagi Dividen Rp963 per Saham

Jadwal cum dividen MBAP di pasar reguler dan negosiasi pada 05 Juni 2023, dengan tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 06 Juni 2023.
Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) Khoirudin ditemui usai paparan publik di Jakarta, Rabu (24/5/2023). JIBI/Annisa Kurniasari Saumi.
Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) Khoirudin ditemui usai paparan publik di Jakarta, Rabu (24/5/2023). JIBI/Annisa Kurniasari Saumi.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) bersiap membagikan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp963 per saham dengan tanggal cum dividen pada hari ini, 5 Juni 2023. 

Pada 24 Mei lalu, Rapat Umum Pemegang Saham MBAP menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2022 senilai Rp1,18 triliun. Dividen ini akan dibagikan pada 13 Juni 2022. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diakses Jumat (26/5/2023), jadwal cum dividen MBAP di pasar reguler dan negosiasi pada 05 Juni 2023, dengan tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 06 Juni 2023.

Lalu, tanggal cum dividen di pasar tunai pada 07 Juni 2023, dengan ex dividen di pasar tunai pada 08 Juni 2023. Lalu tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 07 Juni 2023, dengan tanggal pembayaran dividen pada 13 Juni 2023.

Sebagaimana diketahui, laba tahun berjalan MBAP pada tahun 2022 mencapai US$179,39 juta atau mengalami kenaikan sebesar 78,39 persen dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar US$100,56 juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga penjualan batu bara 2022 yang signifikan dibandingkan tahun 2021.

Pada sisi kinerja keuangan, beberapa indikator mengalami peningkatan, di antaranya adalah beban pokok penjualan yang naik 29,36 persen dari US$142,05 juta pada tahun 2021, menjadi US$183,76 juta di tahun 2022.

Menurut manajemen, tahun 2022 merupakan tahun yang sangat tidak terduga bagi industri pertambangan batu bara di Indonesia. Hal ini dikarenakan kenaikan harga batu bara acuan yang mengalami peningkatan dengan harga tertinggi sebesar US$330,97 per ton pada Oktober 2022 dan ditutup pada harga US$281,48 per ton di Desember 2022. 

Sebagai akibat peningkatan harga batu bara tersebut, MBAP berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$449,53 juta di tahun 2022, meningkat 45,09 persen, apabila dibandingkan tahun 2021 sebesar US$309,84 juta.

Sementara itu MBAP mengantongi dana Rp217 miliar dari divestasi seluruh saham Duta Bara Utama (DBU). Transaksi tersebut telah dituntaskan pada Selasa, 30 Mei 2023.

Pelepasan porsi kepemilikan setara 26 persen DBU itu, dijual ke Duta Resources Energy (DRE), dan Duta Investama Nusantara (DIN). Berdasar laporan keuangan audit per 31 Desember 2022, transaksi itu tidak masuk dalam transaksi material sebagaimana diatur dalam peraturan OJK nomor 1/POJK.04/2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper