Angin Segar dari AS untuk Harga Emas, Waktunya Borong atau Jual?

Harga emas digadang-gadang berpeluang rebound di tengah perkiraan The Fed akan mempertahankan suku bunga.
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berpeluang rebound didukung oleh sentimen bahwa The Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan Juni 2023.

Berdasarkan data Bloomberg Kamis (1/6/2023), harga emas spot terpantau turun 0,06 persen ke US$1.961,55 per troy ons. Sementara itu, harga emas Comex juga terkoreksi 0,21 persen ke US$1.978 per troy ons.

Sebelumnya, harga emas spot sempat naik ke level US$1.967 atau bangkit dari posisi terendah dua bulan.

Analis MIFX menyebutkan pergerakan harga emas terjadi di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga stabil pada Juni 2023. Sementara itu, RUU untuk menaikkan pagu utang AS semakin dekat untuk disahkan setelah disetujui oleh DPR.

Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada Rabu (31/5/2023) bahwa menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan 14 Juni 2023 dapat memberikan lebih banyak waktu bagi bank untuk mempertimbangkan keputusan suku bunga di masa depan.

Lebih lanjut, Harker menyatakan bahwa Fed masih dapat menaikkan suku bunga setelah Juni 2023. Namun, komentarnya memicu lonjakan tajam dalam spekulasi untuk jeda pada Juni, berubah dari konsensus sebelumnya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni.

"Kondisi ini memberikan sedikit kelegaan pada emas, yang sempat merosot ke posisi terendah dua bulan di awal pekan ini karena ekspektasi akan adanya lebih banyak tekanan dari kenaikan suku bunga,” papar Analis MIFX dalam riset, dikutip Kamis (1/6/2023). 

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk memegang aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas sehingga membebani permintaan investor.

"Harga emas masih berpeluang bergerak naik karena meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga stabil pada bulan Juni," imbuh Analis MIFX.

MIFX memperkirakan trader emas berpeluang untuk mengambil posisi buy pada produk Gold untuk menguji level resistance US$1.966,60. Kenaikan lebih tinggi dari level tersebut berpeluang membawa harga emas naik menguji level resistance selanjutnya US$1.971,05.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper