GTS International (GTSI) Beli Kapal Baru Seharga Rp184,37 Miliar

Dari belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$18-US$20 juta pada 2023, GSTI mengalokasikannya untuk membeli kapal baru seharga Rp184,37 miliar.
Ilustrasi Small LNG Carrier/BPPT
Ilustrasi Small LNG Carrier/BPPT

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten jasa sewa kapal untuk angkutan dan distribusi LNG milik Tommy Soeharto, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$18-US$20 juta pada 2023. 

Salah satu alokasi penggunaan capex perseroan adalah untuk pembelian kapal Surya Aki seharga US$12,5 juta atau sekitar Rp184,37 miliar (kurs Rp14.750/dolar AS).

Kapal tersebut berjenis Small LNG Carrier berkapasitas 19.000m3.

"Kepemilikan kapal Surya Aki target kami akhir Mei 2023 ini bisa selesai proses jual belinya. Harga kapalnya sendiri kira-kira US$12,5 juta, kami ambil dari capex tahun ini," ujar Direktur GTSI Dandun Widodo kepada wartawan dikutip Jumat, (12/5/2023).

Dengan ditambahnya kapal Surya Aki, saat ini GTSI memiliki empat unit kapal dengan total kapasitas 347.000m3. Keempat unit kapal GTSI yakni Ekaputra I berkapasitas 135.000m3, Triputra berkapasitas 23.000m3, FSRU Jawa Satu 170.000m3, dan Surya Aki berkapasitas 19.000m3.

Dengan seluruh kapal dan FSRU yang dimiliki perseroan, GTSI memegang pangsa pasar 54 persen untuk pengangkutan gas cair LNG domestik.

"Secara operasi, market share kami dari LNG yang diangkut itu 54 persen untuk pengangkutan seluruh Indonesia," katanya.

Ke depan, perseroan memiliki beberapa rencana investasi, di antaranya yakni proyek storage dan shuttle LNG dengan nilai investasi US$50 juta. Investasi tersebut akan dimulai pada Juni 2024.

Selanjutnya ada proyek LNG retail dan bunkering dengan nilai investasi US$18 juta yang akan dimulai pada kuartal II/2024. 

Kemudian untuk proyek regasifikasi dan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) akan dimulai pada 2026 mendatang dengan masing-masing nilai US$175 juta dan US$265 juta.

Adapun, Satuan Kerja khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi LNG di tahun 2023 sebesar 204 kargo, lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi LNG di tahun 2022 yang mencapai 196 kargo.

Selain itu, proyeksi pasar LNG Indonesia masih didominasi dengan rencana proyek regasifikasi yang telah dicanangkan oleh Pemerintah dalam KepMen ESDM no 249/2022 tentang penunjukan PLN dalam melakukan migrasi dari bahan bakar minyak ke bahan bakar LNG. Hal ini mencakup energi transisi dan energi bersih untuk beberapa pembangkit listrik di Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rizqi Rajendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper