Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Entitas Wijaya Karya (WIKA) Bidik Kontrak Rp445,9 Miliar 2023

 PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (WPG) cucu usaha PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) membidik omzet kontak yang dihadapi mencapai Rp1,03 triliun
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (WPG) cucu usaha PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) membidik omzet kontak yang dihadapi mencapai Rp1,03 triliun dan omzet kontak penjualan sebesar Rp445,9 miliar sepanjang 2023 dengan mengandalkan proyek IKN yang bersinergi dengan induk usaha. 

Head of Marketing & External Communication Wika Pracetak Gedung Farrys Andriansyah mengatakan target WPG hingga akhir tahun yaitu omset kontrak penjualan sebesar Rp445,9 miliar, omset kontrak yang dihadapi sebesar Rp1,03 triliun serta laba setelah pajak mencapai Rp13 miliar. 

“Hingga kuartal I/2023, total nilai kontrak sudah sebesar Rp56 miliar, sementara total nilai kontrak hingga akhir tahun sebesar Rp654 miliar yang berasal dari beberapa proyek di kuartal II dan III 2023,” katanya dalam acara media briefing WPG, Jumat (5/5/2023). 

Sebelumnya pada 2022 WPG mengincar kontrak senilai Rp499 miliar, namun hanya terealisasi 43 persen yang disebabkan oleh adanya pergeseran kontrak menjadi di 2023. Hal ini yang menjadi salah satu faktor WPG optimis dengan target di 2023. 

Selain itu, optimisme WPG dalam meraih pendapatan serta kontrak tersebut juga berasal dari keyakinan pada proyek IKN di mana WPG akan bersinergi dengan induk usaha di kuartal III awal. 

“Untuk proyek IKN diharapkan akan sinergi internal dengan induk kita di kuartal III awal atau kuartal II akhir,” jelasnya. 

WPG sendiri merupakan sebuah perusahaan patungan (joint venture), yang didirikan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), untuk beton pracetak gedung sekaligus aplikasinya dengan porsi kepemilikan masing-masing 49 persen saham untuk WEGE dan 51 persen saham milik WTON. 

WPG didirikan pada tahun 2016 dan memfokuskan diri pada industri pracetak beton untuk mendukung kemudahan usaha jasa konstruksi, sekaligus pengembangan produk komponen gedung lainnya, dengan menghadirkan 4 produk utama yaitu balok pracetak, kolom pracetak, hcs (hollow core slab), dan fasade pracetak.

Dalam rencana jangka panjang, WPG merencanakan penawaran umum perdana saham (IPO/Initial Public Offering) pada 2027 mendatang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper