Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Sesi I Ambles ke 6.831, Saham Waskita (WSKT) Pimpin Top Losers

IHSG anjlok 1,21 persen ke 6.831,73 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (2/5/2023). Adapun saham WSKT memimpin top losers setelah anjlok 6,96 persen.
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,21 persen ke 6.831,73 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (2/5/2023). Seiring dengan terkoreksinya indeks, saham WSKT terpantau ambles memimpin jajaran top losers dengan turun nyaris 7 persen.

IHSG turun 1,21 persen atau 83,98 poin menjadi 6.831,73 pada akhir sesi I. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.824-6.920.  Sebanyak 189 saham menguat, 256 saham melemah, dan 172 saham di posisi yang sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Saham-saham BUMN Karya mayoritas terpantau bergerak di zona merah. Dengan WSKT terkoreksi paling dalam sebesar 6,96 persen atau 16 poin ke level 214. Selanjutnya PTPP ambles 4,62 persen ke posisi 620. dan ADHI turun 4,59 persen atau 20 poin ke 416.

Adapun saham big cap yang melemah antara lain, BBCA yang turun 1,66 persen, kemudian TLKM turun 2,59 persen dan ASII turun 0,37 persen.

Sementara saham yang parkir di zona hijau antara lain, NCKL yang naik 1,07 persen ke 1.420, kemudian saham ISAT yang naik 4,29 persen ke level 7.300, dilanjutkan saham BBNI yang naik 0,53 persen dan saham GJTL yang melesat 12,14 persen. 

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan secara teknikal, proyeksi pelemahan lanjutan tersebut diperkuat dengan kondisi Stochastic RSI yang berada di overbought area dan diikuti penyempitan positive slope MACD.

"Oleh sebab itu, perhatikan support area 6.880-6.900 hari ini," kata Valdy, Selasa (2/5/2023).

Phintraco Sekuritas memperkirakan resistance IHSG akan berada pada level 6.980, dengan support di 6.880.

Dari eksternal, lanjut Valdy, pelaku pasar mengantisipasi FOMC The Fed yang akan dilaksanakan pada 4 Mei 2023. The Fed diyakini menjaga laju kenaikan suku bunga di 25 bps.

Dari dalam negeri, Valdy menuturkan pelaku pasar mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2023 (5/5/2023). Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 4,95 persen yoy pada kuartal I/2023.

Masih dari dalam negeri, pasar juga akan mencermati data inflasi per April 2023 yang akan rilis terlebih dahulu hari ini, Selasa (2/5/2023). Inflasi diperkirakan turun ke 4,36 persen yoy di April 2023 dari 4,97 persen yoy di Maret 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper