Astra Otoparts (AUTO) Catat Laba Bersih Melambung 92,1 Persen

Kenaikan laba bersih AUTO sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan menjadi Rp5 triliun pada kuartal I/2023, atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan.
(kiri-kanan) Direktur Astra Otoparts Lay Agus, Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan, Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Komisaris Astra Otoparts Gidion Hasan, Direktur Astra Otoparts Ronny Kusgianta, Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya, Direktur Astra Otoparts Heru Harsana, dan Direktur Astra Otoparts Kusharijono setelah RUPST 11 April 2023/Dok.AUTO.
(kiri-kanan) Direktur Astra Otoparts Lay Agus, Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan, Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Komisaris Astra Otoparts Gidion Hasan, Direktur Astra Otoparts Ronny Kusgianta, Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya, Direktur Astra Otoparts Heru Harsana, dan Direktur Astra Otoparts Kusharijono setelah RUPST 11 April 2023/Dok.AUTO.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp432,9 miliar pada kuartal I/2023, tumbuh 92,1 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp225,3 miliar.

Kenaikan laba bersih AUTO sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan menjadi Rp5 triliun pada kuartal I/2023, atau tumbuh 8,6 persen dari kuartal I/2022 sebesar Rp4,6 triliun.

Dari sisi neraca, AUTO membukukan pertumbuhan aset sebesar 3,9 persen menjadi Rp19,2 triliun pada akhir Maret 2023, dibandingkan Rp18,5 triliun pada akhir Desember 2022. Sementara itu, liabilitas juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,7 persen menjadi Rp5,7 triliun, dari sebelumnya Rp5,5 triliun.

Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya menjelaskan, pada segmen usaha manufaktur, perseroan menjalin kerja sama dengan mitra bisnis ternama dunia untuk memproduksi berbagai macam produk suku cadang yang melayani hampir seluruh pabrikan otomotif dan pasar suku cadang pengganti di Indonesia, baik untuk kendaraan roda dua, roda empat, komersial, dan lainnya.

“Sepanjang kuartal I/2023, segmen usaha manufaktur AUTO membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 18,7 persen menjadi Rp2,9 triliun, dibandingkan kuartal I/2022 sebesar Rp2,5 triliun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (17/4/2023).

Pada segmen usaha perdagangan, lanjut Wanny, AUTO didukung jaringan distribusi domestik, ekspor, dan jaringan perdagangan ritel modern dengan nama Shop&Drive, Shop&Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice.

Selain itu, AUTO juga mengelola platform perdagangan digital www.astraotoshop.com yang menjual produk otomotif dan nonotomotif. Teranyat, AUTO meluncurkan fasilitas pengisian daya KBLBB Astra Otopower.

Sepanjang kuartal I/2023, segmen usaha perdagangan AUTO sedikit mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 3,1 persen menjadi Rp2,07 triliun, dibandingkan kuartal I/2022 sebesar Rp2,13 triliun.

Menurut Wanny, AUTO terus berfokus pada segmen usaha manufaktur dan perdagangan yang menjadi core business perseroan, dengan terus melakukan inovasi serta mengembangkan produk-produk baru, baik dalam industri otomotif maupun nonotomotif.

“Meningkatnya target penjualan dari asosiasi, baik roda empat maupun roda dua, merupakan tolak ukur positif bagi bisnis AUTO,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper