Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rumah Sakit Grup Lippo Siloam (SILO) Usul Dividen Total Rp255 Miliar

Siloam International Hospitals (SILO) membagikan dividen dengan payout ratio 36 persen dari laba bersih 2022.
RS Siloam Semanggi/siloamhospitals
RS Siloam Semanggi/siloamhospitals

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rumah sakit Grup Lippo PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) akan mengusulkan pembagian dividen untuk tahun buku 2022 dengan total nilai sebesar Rp255 miliar. Nilai itu merefleksikan dividen per saham sebesar Rp19.

Direktur Siloam International Hospitals Daniel Phua menjelaskan besaran dividen tersebut akan diusulkan pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) mendatang. Dengan laba tahun berjalan 2022 sebesar Rp710,38 miliar, dividend payout ratio (DPR) dipertahankan di 36 persen dibandingkan dengan tahun buku 2021 sebesar 37 persen.

“Jadi payout ratio konsisten dengan tahun lalu dan Rp5 miliar lebih tinggi daripada total dividen tahun lalu,” kata Daniel dalam Earnings Call 2022 pada Selasa (28/3/2023).

Daniel mengatakan SILO akan mempertahankan payout ratio pada level yang sama. Dengan asumsi harga saham Rp1.260, maka yield berada di angka 1,5 persen atau lebih rendah daripada yield 2021 di level 1,8 persen.

SILO mengakumulasi pendapatan sebesar Rp9,51 triliun pada 2022, naik 1,45 persen dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp9,38 triliun. Kenaikan terlihat pada seluruh segmen layanan dengan segmen rawat inap menyumbang Rp5,29 triliun dan rawat jalan berkontribusi sebesar Rp4,21 triliun.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan SILO turut meningkat dari Rp5,76 triliun pada 2021 menjadi Rp5,98 triliun atau naik 3,81 persen year-on-year (YoY). Hal ini membuat laba bruto SILO tergerus 2,31 persen YoY menjadi Rp3,53 triliun pada 2022, dari Rp3,61 triliun pada 2021.

Meski demikian, laba usaha SILO juga tercatat naik menjadi Rp1,02 triliun pada 2022, dari Rp1,01 triliun pada 2021. Kenaikan laba usaha seiring dengan penurunan beban usaha sebesar 3,03 persen YoY menjadi Rp2,34 triliun dari Rp2,41 triliun pada 2021.

Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih SILO pada 2022 bertengger di Rp696,49 miliar, naik 3,31 persen dibandingkan dengan 2021 Rp671,41 miliar.

Adapun total aset SILO pada akhir 2022 naik menjadi Rp9,66 triliun, dari Rp9,30 triliun di pengujung 2021.

Di sisi lain, liabilitas turun dari Rp2,78 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp2,61 triliun pada akhir 2022. Sementara itu total ekuitas SILO naik menjadi Rp7,05 triliun pada akhir 2022, dari Rp6,52 triliun pada akhir 2021. Kenaikan ekuitas disumbang oleh bertambahnya saldo laba menjadi Rp1,19 triliun pada akhir 2022, dari Rp720,64 miliar pada pengujung 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper