Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harita Nickel (NCKL) Sukses Himpun Dana IPO Rp10 Triliun

Harita Nickel menjual sekitar 8 miliar saham dengan harga Rp 1.250 per saham pada IPO ini.
Pabrik bahan baku baterai mobil listrik yang dibangun oleh Harita Nickel di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan sudah memasuki tahap konstruksi akhir. Istimewa/Harita Nickel
Pabrik bahan baku baterai mobil listrik yang dibangun oleh Harita Nickel di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan sudah memasuki tahap konstruksi akhir. Istimewa/Harita Nickel

Bisnis.com, JAKARTA – Calon emiten Grup Harita, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel dikabarkan berhasil mengantongi dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp10 triliun.

Mengutip Bloomberg, Senin (27/3/2023), berdasarkan sumber yang meminta untuk tak disebutkan namanya, Harita Nickel menjual sekitar 8 miliar saham dengan harga Rp 1.250 per saham. Sebelumnya, NCKL telah memasarkan sebanyak 8,1 miliar saham dengan harga di kisaran Rp 1.220 hingga Rp 1.250 per saham

Nilai emisi IPO Harita Nickel melampaui IPO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) sebagai yang terbesar di Indonesia tahun ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. IPO terjadi pada saat volatilitas tinggi dalam perdagangan saham global. Aksi ini juga menegaskan posisi Indonesia di Asia Tenggara sebagai salah satu pasar paling aktif untuk penjualan saham baru di Asia pada 2023.

Harita mengoperasikan pabrik peleburan bertekanan tinggi pertama di pulau Obi, Maluku Utara. Proses HPAL mengubah bijih berkadar rendah lokal menjadi endapan hidroksida campuran, yakni suatu bentuk nikel yang dapat diproses lebih lanjut untuk membuat baterai. Fasilitas HPAL memiliki kapasitas produksi 55.000 ton per tahun. Tahun depan, pabrik baru akan menggandakan produksi Harita menjadi 120.000 ton.

Saham Harita Nickel dijadwalkan debut di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2023. Credit Suisse Group AG, BNP Paribas SA, Citigroup Inc. dan PT Mandiri Sekuritas adalah joint global coordinators IPO ini. 

Berdasarkan prospektus, NCKL rencananya akan menggunakan 27,53 persen dari dana IPO untuk membayar utang. Kemudian 2,12 persen untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), 32,27 persen untuk setoran modal dan pinjaman ke entitas anak dan asosiasi, dan 38,08 persen untuk modal kerja.

Sebelumnya Presiden Direktur Trimegah Bangun Persada Roy Armand Arfandy mengatakan minat dari investor besar cukup tinggi terhadap penawaran NCKL.

NCKL berencana membagikan dividen kepada pemegang saham minimal 30 persen dari laba bersih, tergantung pada arus kas dan rencana investasi, hukum dan peraturan Indonesia, serta persyaratan lainnya. Roy mengatakan NCKL telah membagikan dividen sejak 2012 dan akan kembali membagikan dividen tahun buku 2022 yang akan dibagikan pada 2023.

Trimegah Bangun Persada membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp9,04 triliun selama periode Januari hingga November 2022. Angka itu naik 17,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. NCKL juga mencatat pendapatan lain sebesar Rp231,30 miliar, meningkat 255,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65 miliar.

Di tengah kenaikan pendapatan, NCKL melaporkan telah menekan beban penjualan, beban umum dan administrasi sebesar 9,05 persen dari Rp873,45 miliar pada Januari—November 2021 menjadi Rp794,43 miliar pada periode yang sama di 2022.

Adapun laba periode berjalan NCKL melesat 207,95 persen dari Rp1,39 triliun per November 2021 menjadi Rp4,30 triliun per 30 November 2022. Laba per saham ikut naik dari Rp23,16 per lembar saham menjadi Rp78,63.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper