Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Pilihan Lo Kheng Hong, Tips Menemukan Wonderful Company

Lo Kheng Hong membeberkan ciri saham emiten yang menarik dan berpotensi untuk dikoleksi.
Lo Kheng Hong membeberkan ciri saham emiten yang menarik dan berpotensi untuk dikoleksi. /istimewa
Lo Kheng Hong membeberkan ciri saham emiten yang menarik dan berpotensi untuk dikoleksi. /istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Investor kawakan, Lo Kheng Hong membeberkan ciri saham emiten yang menarik dan berpotensi untuk dikoleksi. Dia menyebutnya sebagai Wonderful Company

Warren Buffett Indonesia ini memaparkan 5 ciri emiten yang disebut sebagai wonderful company dan layak untuk dikoleksi yaitu, memiliki valuasi murah, memiliki kas yang baik dan nihil utang, mampu menghasilkan laba untuk pelunasan utang, memiliki tata kelola yang baik serta bisnis yang bagus. 

“Saya sangat hati-hati dalam membeli saham, saya akan beli saham bagus dengan harga murah. Tidak mungkin saya beli saham jelek dengan harga mahal, beli Mercy harga Bajaj,” katanya dalam acara OCBC NISP Business Forum 2023, Selasa (21/3/2023). 

Lo Kheng Hong menyebutkan cara menemukan wonderful company yang sesuai kriterianya cukup dengan metode sederhana dengan melihat price earning ratio dan pricing to book value. Selain itu, perlu membaca laporan tahunan yang memuat rincian emiten. 

“Supaya naik level, jangan membeli saham dengan rekomendasi teman, pompom atau influencer. Tetapi harus tahu saham apa yang dibeli. Membeli saham dengan membaca annual report karena kunci kesuksesan ada disitu,” jelasnya. 

Dengan membaca annual report yang memuat rincian emiten seperti rincian jajaran komisaris dan direksi (BOC dan BOD), laporan keuangan, serta tata kelola emiten. Meski sudah menemukan emiten yang dimaksud satu hal yang harus dilakukan investor adalah bersabar. 

“Yang penting sabar dan berani hold saham hingga harga kembali,” kata Lo Kheng Hong. 

Setidaknya ada dua sektor yang menjadi favorit LKH yaitu sektor komoditas batu bara dan juga perbankan. Meski saat ini batu bara dalam kondisi downtrend, Lo Kheng Hong menyebutnya masih menjadi sektor favorit. 

Sementara itu, Head of Research OCBC Budi Susanto mengatakan emiten komoditas memang mengalami tren bullish terutama emiten emas dan nikel. Namun hal itu tidak berlaku dengan emiten batu bara. 

Menurut Budi, bullish tidak akan terjadi pada komoditas batu bara. Hal itu berkaitan dengan tergantikannya emas hitam itu dengan energi bersih.  

“Hati-hati dengan batu bara,” jelas Budi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper