GOTO Hemat Biaya hingga 20 Persen, Meski Rugi Rp40,5 Triliun

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) bisa menghemat biaya bulanan sekitar Rp200 miliar.
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berhasil melakukan penghematan beban operasional hingga 20 persen pada tiga bulan terakhir 2022. Meski demikian, hal ini belum tercermin pada laporan keuangan 2022.

Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menyebut perseroan telah melakukan penghematan pada tiga bulan terakhir 2022. Adapun upaya tersebut membuat GOTO bisa menghemat biaya bulanan sekitar Rp200 miliar.

Hal ini lantas berdampak pada penurunan beban operasional tetap pada Januari-Februari 2023.

“Upaya penghematan pada kuartal IV/2022 berdampak pada penurunan beban operasional tetap [fixed operating expense] rata-rata bulanan sebesar 20 persen pada Januari-Februari 2023,” ujar Jacky dalam keterangan tertulis, Senin (20/3/2023).

Kemudian GOTO juga melakukan penghematan dengan memangkas insentif dan pemasaran produk hingga 34 persen tepatnya pada tiga bulan terakhir 2022. Adapun penurunan biaya insentif dan pemasaran tersebut setara Rp2,8 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pada unit bisnis Financial Technology Services, GOTO juga memangkas insentif untuk konsumen layanan sekitar 40 persen. Meski demikian, produk PayLayter mencatatkan adanya peningkatan rata-rata pinjaman tersalurkan pada tiga bulan terakhir 2022.

“Produk pinjaman juga diterima dengan sangat baik, dengan peningkatan loan book sebesar 40 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” katanya.

Dia menyebut rata-rata pengeluaran pelanggan GoPay juga tumbuh hingga 32 persen pada periode tiga bulan terakhir 2022.

Meski demikian, dia mengatakan GOTO tetap mencatatkan pertumbuhan positif meski terjadi penghematan biaya. Rata-rata transaksi konsumen tercatat mencapai Rp9,6 juta per konsumen per tahun atau tumbuh 24 persen pada tiga bulan terakhir 2022.

Menurutnya, jumlah konsumen on-demand services dan e-commerce tumbuh sebesar 19 persen pada tiga bulan terakhir 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun nilai transaksi mencapai lebih dari 60 persen total gross to value Rp16,1 triliun pada tiga bulan terakhir 2022.

“Bersamaan dengan itu, GOTO mencatat peningkatan take rate sebesar 234 basis poin (bps) dan 32 bps dari tahun sebelumnya, masing-masing untuk on-demand services dan e-commerce,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper