Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Reksa Dana Syariah Negatif, Bagaimana Prospeknya?

Kinerja reksa dana saham syariah disebut sejalan dengan indeks saham syariah yang tumbuh negatif secara tahun berjalan (year to date).
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA –Kinerja reksa dana saham syariah disebut sejalan dengan indeks saham syariah yang tumbuh negatif secara tahun berjalan (year to date). Diketahui, berdasarkan data dari Infovesta Utama, mayoritas dari 5 besar reksa dana saham syariah mencatatkan kinerja negatif.

Analis riset Infovesta Kapital Advisory Arjun Ajwani mengatakan mayoritas reksa dana saham syariah mengalami return negatif secara tahun berjalan. Hal ini, kata dia sesuai dengan kondisi pasar sejak awal tahun.

“Kalau kita lihat mayoritas reksa dana saham syariah mengalami return yang negatif year to date,” kata Arjun kepada Bisnis, Rabu (15/3/2023).

Arjun menyebut memang hampir semua reksa dana saham syariah mengalami return negatif. Bahkan, kata dia kinerja negatif paling signifikan turun di atas 1 persen.

Berdasarkan data dari Infovesta, per 14 Maret 2023, dari 5 besar reksa dana saham syariah dengan asset under management di atas Rp10 miliar, hanya satu yang mencatatkan kinerja positif secara year to date. Reksa dana saham syariah dimaksud yakni HPAM Syariah Ekuitas yang tumbuh 1,41 persen.

Sementara itu kinerja empat produk reksa dana saham syariah lainnya justru negatif. Keempat reksa dana saham syariah itu yakni, Cipta Saham Unggulan Syariah, Trim Syariah Saham, BNP Paribas Pesona Syariah,dan Batavia Dana Saham Syariah yang masing-masing sebesar, 1,157 persen, 1,33 persen, 1,48 dan 1,85 persen.

Lebih lanjut, Arjun belum membeberkan prospek dari kinerja reksa dana saham syariah. Menurut Arjun, saat ini belum ada katalis yang jelas untuk mengubah return reksa dana saham syariah berbalik positif.

“Karena saat ini belom ada katalis jelas yang kita bisa sebutkan akan berubah return reksa dana tersebut,” kata Arjun.

Senada dengan kinerja reksa dana syariah, indeks saham syariah juga terkoreksi secara tahun berjalan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 14 Maret 2023, Jakarta Islamic Index (JII), Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), JII 70, IDX-MES BUMN 17, dan IDX Sharia Growth kompak turun secara year to date masing-masing, 5,21 persen, 5,73 persen, 5,48 persen, 2,78 persen dan 1,24 persen.

Menurut Investment Specialist Sucor Asset Management Toufan Yamin tak ada sentimen pendukung untuk membuat indeks syariah memantul. Menurut dia indeks syariah akan ditopang oleh sektor konsumsi dan ritel. Hanya saja bobot sektor tersebut tidak terlalu besar untuk indeks syariah. Pertumbuhan kelima indeks ini pun diprediksi akan stagnan meski akan memasuki bulan ramadan dalam hitungan hari.

Toufan memproyeksi tak ada kenaikan eksponensial dari indeks-indeks syariah menjelang ramadan dan lebaran. Indeks diprediksi cenderung datar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper