Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengintip Kinerja Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) Saat Ekonomi Tumbuh

Kinerja pasar modal syariah (Indonesia Sharia Stock Index) tertekan saat ekonomi melaju.
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja pasar modal syariah (Indonesia Sharia Stock Index/ISSI) mengalami penurunan 4,21 persen secara tahunan. Melemahnya harga saham dalam indeks ini ditenggarai  tiga hal utama, yaitu gaya hidup masyarakat yang berubah pasca pandemi, tingkat suku bunga, serta inflasi. 

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Aballoh menjelaskan penurunan kinerja indeks mulai terjadi pada kuartal IV/2022. Utamanya setelah kebijakan PPKM dicabut dan aktivitas masyarakat terutama anak muda sudah kembali seperti sebelum pandemi.

“Hipotesis kami, penurunan ISSI karena gaya hidup. Anak muda yang menjadi mayoritas investor tidak terlalu memikirkan inflasi atau suku bunga, tapi gaya hidup. Bioskop sudah buka, konser sudah banyak, kafe dan tempat nongkrong. Dana investasi saham ke situ,” katanya dalam Edukasi Wartawan terkait Kinerja Pasar Modal Syariah, di Gedung BEI, Senin (13/3/2023). 

Selain itu, Irwan menjelaskan ada tiga tantangan lain bagi ISSI, seperti tingkat literasi, teknologi serta ekosistem pasar modal syariah. 

Pertama, literasi dan inklusi pasar modal syariah masih sangat rendah, yang dipengaruhi oleh luas wilayah, dan jaringan literasi masih terbatas. Kedua, penggunaan teknologi di industri keuangan syariah, khususnya pasar modal syariah, masih tertinggal jauh dibandingkan dengan konvensional.

Ketiga, ekosistem pasar modal syariah belum terbentuk lengkap, baik dari sisi Lembaga keuangan syariah maupun jumlah emiten syariah. 

Irwan juga memaparkan kinerja ISSI terpantau positif pada 2022 dengan pertumbuhan 15,2 persen. ISSI menjadi salah satu indeks syariah yang positif dibandingkan S&P OIC, FBM EMAS, MSCI WORLD ISLAMIC, FTSE SHARIA, dan DJIMI. 

Sementara itu, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI mencapai 64 persen atau 510 saham dari total keseluruhan. Kemudian Kapitalisasi pasar syariah juga mencapai 50 persen yaitu sebesar Rp4.786 triliun dari total keseluruhan kapitalisasi pasar. 

Dalam 10 tahun, investor syariah tumbuh 22.891 persen, dimana pada 2022 jumlah investor mencapai 117.942 investor dengan total nilai transaksi mencapai Rp10,1 triliun dan volume mencapai 29,7 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper