Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Turun, Saham GOTO Melorot setelah Kabar PHK

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah seiring dengan pelemahan saham GOTO dan big cap lainnya.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (13/3/2023), seiring dengan pelemahan saham big cap seperti GOTO.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 6.765,01 dan melesat ke posisi terendah6.741,93 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 96 saham menguat, 228 saham melemah, dan 396 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau turun menjadi Rp9.383 triliun.

Saham JAST tercatat anjlok 6,85 persen ke Rp68. Kemudian disusul SAGE dan MTWI yang turun masing-masing 6,83 persen dan 5,93 persen.

Dari jajaran big cap, saham GOTO dibuka melemah 0,80 persen setelah pengumuman PHK dan saham big cap pelat merah seperti BBNI, BMRI, BBRI, dan TLKM masing-masing turun 1,11 persen, 0,72 persen, 0,62 persen, dan 0,25 persen.

Phintraco Sekuritas memperkirakan resistance IHSG akan berada pada 6.850, dengan support di 6.750. Menurut Phintraco Sekuritas, indeks-indeks Wall Street melanjutkan pelemahannya di Jumat (10/3/2023). 

Dengan demikian semua indeks utama Wall Street melemah lebih dari 4 persen sepanjang pekan lalu. Kekhawatiran dipicu oleh salah satu bank regional besar di AS dalam menemukan pembeli potensial. 

Hal tersebut memicu pelemahan signifikan pada saham-saham bank di Jumat (10/3/2023). Kondisi ini terjadi di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan kembali agresif menaikkan suku bunga acuan dalam FOMC Maret 2023.

"Sentimen negatif eksternal di atas akan menjadi pemberat utama IHSG di pekan ini. Terlebih pelaku pasar juga tengah mengantisipasi pelaksanaan RDG BI pada 15 dan 16 Maret 2023," tulis Phintraco Sekuritas. 

BI diperkirakan menaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps, sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap The Fed (22/3/2023). Realisasi U.S. Non Farm Payrolls ke 311 ribu di Februari 2023, jauh di atas perkiraan di 205 ribu. Hal ini memperkuat keyakinan agresivitas The Fed.

Kondisi di atas diperkirakan memicu pelemahan nilai tukar rupiah dan menekan saham-saham rate-sensitive untuk beberapa waktu kedepan. 

Dengan demikian, saham-saham defensif, termasuk consumer-related masih menjadi top picks Phintraco Sekuritas di awal pekan (13/3/2023). Antara lain, TLKM, EXCL, SIDO, CMRY, IMAS dan JSMR. Di luar saham defensif, potensi rebound pada ANTM, HRUM dan INCO juga dapat diperhatikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper