Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ikuti Jejak IHSG, Racikan Reksa Dana Saham Panin AM Makin Mantul

Menghadapi volatilitas pasar saham yang berlanjut, Panin AM menerapkan strategi yang mengikuti karakter dari setiap produk reksa dana saham.
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Dana kelolaan reksa dana saham berpeluang tetap tumbuh pada 2023, meskipun masih terdapat sejumlah sentimen yang membuat pasar saham lebih volatil tahun ini.

Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto menjelaskan bahwa seluruh produk reksa dana saham Panin Asset Management mencetak return positif per 13 Februari 2023, kecuali Panin Dana Dana Syariah Saham. Di sisi lain, dana kelolaan reksa dana saham Panin AM mencapai Rp6,21 triliun pada Desember 2022, kemudian menjadi Rp6,18 triliun pada Januari 2023.

Rudiyanto mengatakan bahwa nilai wajar IHSG hingga akhir 2023 adalah 7.800. Terdapat beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG, di antaranya adalah hasil laporan keuangan kuartal IV/2022, sentimen global yang memperkirakan bahwa puncak kenaikan suku bunga acuan terjadi tahun ini, dan inflasi global yang melambat.

“Karena beberapa sentimen tersebut, kami masih meyakini bahwa dana kelolaan reksa dana saham masih akan mengalami peningkatan pada 2023 ini,” kata Rudiyanto, Selasa (14/2/2023).

Menghadapi volatilitas pasar saham yang berlanjut, Rudiyanto mengatakan Panin AM menerapkan strategi yang mengikuti karakter dari setiap produk reksa dana saham.

Sebagai contoh Panin Dana Maksima dan Panin Dana Ultima akan berfokus pada pemilihan saham yang memiliki valuasi yang murah dan prospek jangka panjang yang sangat baik, sementara Panin Dana Teladan berfokus pada pemilihan saham yang memiliki valuasi yang murah dan pertumbuhan industri yang tinggi.

“Faktor yang perlu diperhatikan untuk pemilihan saham adalah prospek jangka panjang dari emiten yang dipilih. Kami memiliki keunggulan dalam hal stock picking dengan menggunakan strategi value investing yang terbukti mampu mengalahkan performa pasar dalam jangka panjang,” kata Rudiyanto.

Berdasarkan laporan Infovesta Utama pada Senin (13/2/2023), kinerja reksa dana saham pada periode 6–10 Februari 2023 minus sebesar 0,46 persen.

Reksa dana campuran juga minus sebesar 0,30 persen dan reksa dana pendapatan tetap minus sebesar 0,03 persen. Sementara itu, reksa dana pasar uang meningkat 0,08 persen. Perkembangan itu sejalan dengan tren dana kelolaan pada Januari 2023 yang memperlihatkan kenaikan pada reksa dana berbasis surat utang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper