Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Targetkan Top Line Rp225 Miliar, Kenapa Sultan Subang Lepas ZATA?

Emiten fesyen muslim milik Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) menargetkan pendapatan Rp225,3 miliar.
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten fesyen muslim milik Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) menargetkan pendapatan Rp225,3 miliar pada 2023.

Direktur Utama Bersama Zatta Jaya Elidawati menuturkan ZATA menargetkan pendapatan retail senilai Rp225,3 miliar pada 2023. Pendapatan ini akan digenjot salah satunya dengan pembukaan toko-toko baru.

"Tahun 2023 adalah tahun di mana kami ingin membuka kembali toko-toko, menambah toko yang selama ini banyak ditutup," kata Elidawati dalam paparan publik insidentil ZATA, Senin (6/2/2023).

Dia melanjutkan, pada 2023 ini perseroan berencana membuka 33 toko sesuai dengan yang tercantum di prospektus. Namun, sebelum Idulfitri 2023, Elidawati mengakui ZATA baru bisa membuka sebanyak 7 toko.

Sebanyak 7 toko baru ZATA tersebut akan berada di Padang, Bandung, Jabodetabek, dan Surabaya atau Lamongan. Menurutnya, pembukaan toko-toko baru perseroan ini akan didanai melalui dana IPO, yang juga menjadi dana belanja modal ZATA.

"Belanja modal, dananya sebenarnya dioptimalkan dari modal investasi yang sudah dicantumkan dari dana IPO," ucapnya.

Dia melanjutkan, ZATA akan menggenjot pembukaan toko-toko barunya setelah lebaran. Dia menjelaskan pembukaan toko baru memerlukan ketersediaan produk.

"Kami menggenjot pertumbuhan pembukaan toko baru itu setelah lebaran. Sebelum lebaran akan kami usahakan buka 7 toko," tuturnya.

Sebelumnya, dalam ZATA mendapatkan dana IPO sejumlah Rp170 miliar. Sebanyak Rp4,25 miliar digunakan untuk biaya penawaran umum. Kemudian, sebanyak Rp 114,72 miliar digunakan sebagai penyetoran modal entitas anak PT Bersama Zatta Mulya (PT BZM).  

Selanjutnya sebanyak Rp28,8 miliar digunakan untuk penyetoran modal entitas anak PT BDM. Alhasil, total dana hasil IPO yang telah digunakan ZATA yakni Rp 143,52 miliar. Sementara itu, masih terdapat sisa Rp22,218 miliar dana IPO.

Adapun dalam rencana penggunaan dana, ZATA hendak melakukan pembayaran utang sejumlah Rp22,21 miliar kepada PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO). Adapun ZATA menyampaikan telah melunasi utang kepada AGRO yang telah melewati batas jatuh tempo tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper