Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Menguat Jelang Keputusan Rapat The Fed

Harga emas menguat pada penutupan perdagangan rabu pagi WIB, menembus level psikologis 1.945,30 didorong dolar AS yang lebih lemah jelang rapat the Fed
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Februari 2023  |  08:07 WIB
Live
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Menguat Jelang Keputusan Rapat The Fed
Ilustrasi emas global - Pexels.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas menguat pada penutupan perdagangan hari Selasa (31/1/2023) wktu setempat menghentikan penurunan selama tiga sesi berturut-turut karena investor kembali masuk ke pasar setelah dolar AS melemah menjelang keputusan kebijakan dari pertemuan dua hari Federal Reserve.

Mengutip Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,10 dolar AS atau 0,31 persen menjadi ditutup pada 1.945,30 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.946,90 dolar AS dan terendah 1.915,50 dolar AS.

Logam kuning ini  mencatat kenaikan lebih dari 6,0 persen selama bulan Januari, merupakan kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut.

Selama perdagangan tiga hari, emas berjangka merosot 6,40 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.939,20 dolar AS pada Senin (30/1/2023), setelah sebelumnya turun 0,60 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.929,40 dolar AS pada Jumat (27/1/2023), dan anjlok 12,6 dolar AS atau 0,65 persen menjadi 1.930,00 dolar AS pada Kamis (26/1/2023).

Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (31/1/2023) karena pelaku pasar mencerna data ekonomi terbaru sambil menunggu keputusan kebijakan penting dari Federal Reserve.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,18 persen menjadi 102,100. Dolar menuju kerugian bulanan keempat berturut-turut, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

"Kami memiliki begitu banyak risiko yang didorong oleh peristiwa sepanjang minggu ini dan investor harus memperhatikan hal itu. Harga emas cenderung tidak stabil," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Data ekonomi yang dirilis Selasa (31/1/2023) juga mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks biaya tenaga kerja AS, sebuah barometer yang diawasi Federal Reserve untuk tanda-tanda inflasi, meningkat 1,0 persen pada kuartal keempat tahun 2022, sedikit di bawah ekspektasi 1,1 persen dan kurang dari angka 1,2 persen pada kuartal ketiga. Angka tersebut juga merupakan keuntungan kuartalan terendah dalam setahun.

Indeks harga 20 kota S&P CoreLogic Case-Shiller turun disesuaikan secara musiman 0,5 persen pada November, menandai penurunan bulanan kelima berturut-turut.

Barometer​ Bisnis ​​Chicago dari Institute of Supply Management (ISM) turun menjadi 44,3 pada Januari dari revisi 45,1 pada Desember, meleset dari perkiraan konsensus para ekonom 45,3. Indeks kepercayaan konsumen dari Conference Board turun menjadi 107,1 pada Januari dari revisi naik 109,0 pada Desember.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 10,3 sen atau 0,43 persen, menjadi menetap pada 23,836 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 0,5 dolar AS atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 1.021,10 dolar AS per ounce.

09:05 WIB

Emas Comex dan Spot kompak turun

Emas Comex kontrak April 2023 turun 0,15 persen atau 2,90 poin ke US$1.942,40 per troy ounce pada 09.05 WIB.

Sementara itu, emas SPot turun 0,12 persen atau 2,27 poin ke US$1.926,09 per troy ounce. 


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas comex federal reserve
Editor : Ibad Durrohman

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top