Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Haloni Jane (HALO) Tetapkan Harga IPO Rp100, Raih Rp113 Miliar

Emiten produsen sarung tangan HALO akan melepas 1,13 miliar saham dalam IPO dengan harga Rp100 per saham.
Emiten produsen sarung tangan HALO akan melepas 1,13 miliar saham dalam IPO dengan harga Rp100 per saham. Bisnis/Arief Hermawan P
Emiten produsen sarung tangan HALO akan melepas 1,13 miliar saham dalam IPO dengan harga Rp100 per saham. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Calon emiten pendatang baru produsen sarung tangan lateks PT Haloni Jane Tbk. (HALO) mantap menggelar penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (IPO).

HALO akan melepas 1,13 miliar saham dalam IPO atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp10 per saham. HALO mematok harga IPO di batas bahwa yakni Rp100 per saham sehingga dana yang berpotensi dihimpun dalam IPO mencapai Rp113 miliar.

Masa penawaran saham HALO berlangsung mulai hari ini, Rabu 1 Februari 2023 sampai dengan 6 Februari 2023. Tanggal distribusi saham ditetapkan pada 7 Februari 2023 dan pencatatan saham di BEI pada 8 Februari 2023.

HALO juga menerbitkan 565 juta waran seri I. Setiap pemegang dua saham baru akan berhak memeroleh 1 waran seri I. Harga pelaksanaan waran seri I Rp150 sehingga perseroan berpotensi meraup dana tambahan Rp84,75 miliar. Penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Danatama Makmur Sekuritas dan penjamin emisi efek adalah KB Valbury Sekuritas.

Adapun seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan 100 persen untuk modal kerja. Modal kerja yang dimaksud adalah pembelian bahan baku seperti lateks atau karet alami, Filler, Sulphur, Antioxidant dan bahan penunjang produksi antara lain Inner Box, Master Box, Paper Pouch, dan batu bara.

Selain itu modal kerja digunakan untuk pembayaran gaji karyawan pabrik dan karyawan kantor, pembelian bahan bakar, pemeliharaan mesin pabrik, perbaikan dan pembelian suku cadang mesin pabrik, pemeliharaan dan perbaikan kendaraan operasional pabrik, biaya-biaya transportasi dan pengiriman, dan kebutuhan operasional lainnya.

Sedangkan dana yang diperoleh HALO dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja yang terdiri dari pembelian bahan baku dan bahan penunjang produksi, pembayaran gaji karyawan pabrik dan karyawan kantor, pembelian bahan bakar atau energi, dan lainnya.

Dalam prospektusnya, HALO berencana untuk membayar dividen tunai setiap tahun mulai tahun buku 2023 minimal 20 persen dengan mempertimbangkan keuntungan serta kewajiban untuk mengalokasikan dana cadangan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tingkat pertumbuhan HALO ke depan juga menjadi pertimbangan penting dalam pembagian dividen. Hal tersebut diharapkan bisa selaras dengan visi HALO untuk memaksimalkan nilai pemegang saham jangka panjang.

Adapun pengendali HALO dan pihak yang menjadi pemilik manfaat akhir perusahaan adalah Hansen Jap. Dia tercatat menggenggam 4,51 miliar saham HALO yang setara 99,99 persen sebelum IPO dan akan tetap menjadi pengendali paling kurang selama 12 bulan setelah efektifnya pernyataan pendaftaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper